BAPAK IBU DAN SAUDARA YANG TERKASIH, SHALLOM, SELAMAT BERGABUNG KEMBALI DALAM MIMBAR ROHANI AGAMA KRISTEN BERSAMA RRI PRO 4,
BAPAK IBU DAN SAUDARA YANG TERKASIH TEMA KITA HARI ADALAH KUNCI MENUJU SUKSES DIDALAM TUHAN, BACAAN KITA HARI INI TERAMBIL DARI MATIUS 25 AYAT 14 SAMPAI DENGAN 25, SEBELUM BERSAMA BELAJAR AKAN FIRMAN TUHAN MARI KITA AWAL TERLEBIH DAHULU DENGAN BERDOA
KUNCI MENUJU SUKSES DALAM TUHAN
MATIUS 25: 14-25
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Jemaat yang terkasih. Sukses adalah harapan TUHAN untuk setiap kita, yaitu ketika kita menjadi berhasil dalam segala hal yang kita lakukan dan kita semakin serupa dengan gambaran KRISTUS. Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih sukses yaitu dengan cara apapun yang kita kerjakan, lakukan seperti untuk TUHAN bukan untuk manusia, dan sukses yang kita miliki bukan hanya dalam arti kaya dan terkenal, namun setelah perjalanan kita dibumi selesai Allah Bapa berkata “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; ... masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Arti sukses bagi kita adalah menjadi pekerja yang produktif juga berintegritas, pengusaha kaya yang juga menjalankan etika bisnis, dan sukses sesungguhnya adalah ketika hidup dalam panggilan TUHAN untuk hidup kita, ketika kita bertanggung jawab dengan talenta yang TUHAN sudah beri (baca Mat 25:14-30).
Setiap dinding pasti ada pintunya dan setiap pintu ada kuncinya. Mari kita memasuki pintu sukses dengan kunci yang benar. Ada beberapa cara untuk mendapatkan kunci sukses
Yang pertama miliki 3 C, yakni:
1. Character adalah sifat-sifat KRISTUS yang hidup dalam diri kita misalnya dapat dipercaya (integritas) dan Alkitab berkata bahwa orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, contoh kedua adalah persistensi dan keteguhan hati (ketekunan) untuk terus maju sampai yang kita harapkan dapat tercapai. Dan untuk mengetahui seberapa sifat-sifat tersebut hidup dalam kita adalah lewat krisis atau masalah. Tantangan yang kita hadapi sebenarnya adalah alat TUHAN untuk kita berkarakter Kristus, sesuai dengan prinsip “tiada kemulian tanpa salib”.
2. Calling adalah panggilan TUHAN yang unik untuk hidup setiap kita. Kita dipanggil BUKAN menjadi baik, namun menjadi yang terbaik. Kita tidak mungkin menjadi yang terbaik, dengan hanya selalu membandingkan hidup kita dengan orang lain, karena tidak mungkin kita menjadi orang lain. Yang terbaik hanya muncul ketika kita mau mengikuti proses yang TUHAN beri setelah menemukan panggilan atau tujuan hidup unik kita. Ikan tidak dipanggil hidup di atas pohon, lemari es tidak diciptakan untuk menjadi lemari baju, untuk hidup sesuai dengan maksud kita diciptakan kuncinya adalah datang pada Sang Pencipta, bergaul dan menemukannya (Maz 25:12,14). Dan TUHAN memanggil kita dengan apa yang sudah DIA beri dalam hidup kita, mari kita telusuri dan lihat apa yang ada pada hidup kita yang dapat memuliakan TUHAN.
3. Competence: adalah kemampuan yang TUHAN beri dalam hidup kita melalui serangkaian proses pembelajaran, termasuk didalamnya ketrampilan, kemampuan berpikir, kemampuan membuat perencanaan, kecerdasan unik yang TUHAN beri buat hidup kita; ada orang yang TUHAN beri kecerdasan fisik/olahraga, seni/musik, logis matematik, dan seterusnya. Kita harus membuka diri kita untuk mau belajar dari tidak tau menjadi tau, dari tau menjadi melakukan, dan terus menjadi lebih baik sehingga kita semakin mampu dan terampil.
Jika setiap hari kita hanya berjalan dalam sesuatu yang tidak membuat kita bahagia, siapa tau kita sedang berjalan di jalan yang salah, yang bukan TUHAN tetapkan bagi kita. Jika sudah lebih dari 5 tahun karir kita mentok dan tidak berkembang, dan Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, siapa tau ini saatnya untuk merubah haluan Anda, bekerjalah sesuai dengan talenta, karunia rohani dan tipe kepribadian yang Anda miliki.
Ketika kita sudah menemukan panggilan yang TUHAN beri buat diri kita, terus berjalan sekalipun tantangan datang menghadang karena kita sadar kita sedang menuju pada arah yang tepat. Melangkahlah, sekalipun itu mengharuskan Anda keluar dari perusahaan dan menjadi seorang wirausaha, jika TUHAN memanggil Anda. Pastinya, temukan mentor yang sukses dibidangnya dan memiliki kedewasaan rohani yang dapat membantu diri Anda.
Orang gagal hanya ada dua macam, yaitu orang yang melakukan sesuatu tanpa berpikir dahulu dan orang berpikir namun tidak melakukan sesuatu. Mari kita menjadi orang yang berpikir dan melakukan sesuatu untuk INDONESIA yang lebih baik.
Ada orang yang sok tau dan tidak mau belajar sesuatu yang baru, ada juga orang yang hanya menjadi banyak tau dan kebanjiran informasi karena terlalu banyak membaca buku, mengikuti seminar namun tidak ada perubahan yang berarti dalam hidupnya. Jangan sia-siakan hidup kita hanya untuk membawa kembali talenta yang TUHAN sudah beri dalam hidup kita yakni dengan tidak melipatgandakan dan menggunakan itu untuk nama TUHAN dimuliakan. Melangkahlah sesuai denga peta sukses yang TUHAN beri dalam hidup
Cara yang ke 2 Datang pada sumber kebenaran
Sumber kebenaran kita ialah Tuhan.Tuhan menyatakan dirinya melalui FirmanNya,FirmanNya menjadi sumber kebenaran bagi kita.Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku (mazmur 25:5). Firmanmu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.Hiduplah sesuai dengan jalan yang ditunjukkannya melalui firmannya.Bila ada hal yang belum atau bahkan tidak kita mengerti untuk mengambil keputusan yang benar datanglah pada Dia yang merupakan sumber kebenaran melalui Doa dan membaca firmanNya. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.(Mazmur 86:11).Tuhan akan memberikan petunjuk yang benar sehingga kita tidak ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan yang benar sesuai dengan petunjuknya.Yakinlah dalam namaNya akan ada kemenangan yang akan kita raih.
Yang ke 3 Libatkan Tuhan dalam proses kebenaran
Ditengah-tengah kita menjalani proses tentu banyak cobaan dan mungkin juga godaan kanan kiri yang mungkin saja muncul,sehingga dapat mengaburkan pandangan kita terhadap tujuan yang akan kita capai bersama Tuhan dengan cara yang benar.Kadang kita telah merasa bahwa jalan ini merupakan jalan yang baik bahkan mungkin kita menganggap sebagai jalan terbaik. Sadarilah bahwa ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 16:25).tetap kita berhati-hati dan selalu libatkan Tuhan dalam proses mencapai tujuan agar dapat melakukannya dengan cara yang benar dan menyenangkan hatiNya.Sadarilah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bagaimanapun tantangan yang kita hadapi. Libatkan Tuhan dalam proses mencapai tujuan,maka dia akan bertindak dan memberi kemenangan.Tuhan akan meneguhkan langkah kita sehingg kita dapat sampai pada tujuan kita.
Jemaat yang terkasih, semoga dengan apa yang kita terima hari mampu menambah insiprasi kita sehingga kita menuju kesesuksesan memalui jalan yang tidak salah langkah lagi. Tapi mulai saat kita ingin sukses dalam Tuhan dan melangkah bersama Tuhan untuk menuju sebuah kesuksesan.
Selasa, 12 Oktober 2010
Kasih adalah wujud karya Tuhan
IBADAH KELOMPOK 6 BLOK 5
GKJW JEMAAT SURABAYA
Sub Tema : Kasih adalah wujud karya Tuhan
Bacaan : Markus 12:28-34
28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Apakah Kasih Itu?
Kasih biasanya digambarkan dengan perasaan. Tapi kasih yang sejati – yang disebut dalam Perjanjian Baru sebagai kasih agape – sama sekali tidak dilandaskan atas perasaan. Kasih agape dapat mengubah hidup Anda dan membebaskan Anda. Dan semuanya dimulai dengan keputusan yang harus Anda ambil terlebih dahulu.
Kasih agape adalah sebuah keputusan untuk mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri kita sendiri… untuk hidup penuh dengan pengorbanan… untuk memberi tanpa mengharapkan kembali… tidak berpikir untuk membalas. Lebih dari semuanya itu, kasih agape adalah sebuah keputusan untuk menerima dan merespon kasih Tuhan. Semua usaha kita untuk mengasihi orang lain tidak akan menghasilkan buah sampai kita merespon kasih Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Selama ini, pengertian kita akan kasih sering didasarkan pada Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Sering kali kita mendengar kalimat Allah adalah kasih. Apa artinya??
Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).
Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).
Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.
Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luar biasa!
Penghalang-Penghalang kasih dan cara mengatasinya
Meskipun kita telah memiliki pengertian akan kasih, namun seringkali kita menemukan sulit sekali bagi kita untuk mengatasi penghalang dari kasih itu. Penghalang ini seringkali terbangun dari pengalaman kita di masa lalu: sakit hati, terluka, penolakan dan kekecewaan yang membuat kita tidak dapat memberikan maupun menerima kasih yang sejati.
Kunci untuk mengatasi penghalang dari masa lalu ini dapat dirangkumkan dalam satu kata: pengampunan. Dengan memimta pengampunan mereka yang telah kita sakiti – dimulai dengan Tuhan – lalu kemudian mengampuni mereka yang telah menyakiti kita, kita akan keluar dari lingkaran kepahitan dan masuk ke dalam kasih agape Tuhan.
Keinginan yang berpusat pada diri sendiri – keangkuhan, iri hati, cemburu dan kesombongan – seringkali memisahkan kita dari kasih Allah yang sejati. Penghalang diri ini hanya dapat dilewati dengan bertobat, menyesali kesalahan kita dengan berbalik dari dosa dan meminta pengampunan Tuhan untuk tindakan dan keinginan kita yang mau menang sendiri. Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menerima pengampunan-Nya, kita akan menemukan kemerdekaan untuk lebih melihat kebutuhan orang lain di sekitar kita dibandingkan kebutuhan kita sendiri.
Menemukan kasih Sejati
Pencarian akan kasih dimulai dari hubungan kita dengan Allah. Jika Anda sedang mencari kasih yang sejati, bukalah diri Anda kepada Dia yang mengasihi Anda lebih dari apapun juga di dunia ini. Tuhan sangat mengasihi Anda sehingga IA memberikan anak tunggal-Nya, Yesus. Berserulah kepada Yesus Kristus sekarang. Ijinkan Dia untuk menggapai dan menyentuh hati Anda dengan kasih agape yang datang dari hati Tuhan sendiri. Bertobatlah dan mintalah pengampunan serta terimalah di dalam iman (Roma 10:13; 1 Yohanes 1:8-9; Yohanes 1:12). Mintalah Yesus untuk membabtis (memenuhi) Anda dengan Roh Kudus (Lukas 11:13).
Jika Anda bertumbuh di dalam iman, biarkan Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar kepada Anda setiap hari. Kemudian, cobalah untuk mempraktekkan kasih itu kepada orang-orang di sekitar Anda – keluarga, teman, rekan sekerja, tetangga – dengan demikian Anda telah mendemonstrasikan kasih yang telah Anda terima dari Tuhan.
Akhirnya, berdoa dan minta Tuhan untuk memenuhi Anda dengan pengertian yang baru akan kasih: “Bapa, aku percaya Engkau mengasihiku. Alkitab berkata aku dapat mengasihi-Mu karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Aku bersyukur untuk kasih-Mu. Penuhi hatiku dengan cara yang ajaib seperti yang Engkau lakukan sejak dahulu. Penuhi hatiku dengan Roh Kudus dan cinta kasih. Tolong aku untuk bertumbuh di dalam kasih-Mu dan menunjukkan kasih itu kepada orang-orang di sekitarku. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Yesus. Amin.”
Oleh :
Angga Purnawira
GKJW JEMAAT SURABAYA
Sub Tema : Kasih adalah wujud karya Tuhan
Bacaan : Markus 12:28-34
28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Apakah Kasih Itu?
Kasih biasanya digambarkan dengan perasaan. Tapi kasih yang sejati – yang disebut dalam Perjanjian Baru sebagai kasih agape – sama sekali tidak dilandaskan atas perasaan. Kasih agape dapat mengubah hidup Anda dan membebaskan Anda. Dan semuanya dimulai dengan keputusan yang harus Anda ambil terlebih dahulu.
Kasih agape adalah sebuah keputusan untuk mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri kita sendiri… untuk hidup penuh dengan pengorbanan… untuk memberi tanpa mengharapkan kembali… tidak berpikir untuk membalas. Lebih dari semuanya itu, kasih agape adalah sebuah keputusan untuk menerima dan merespon kasih Tuhan. Semua usaha kita untuk mengasihi orang lain tidak akan menghasilkan buah sampai kita merespon kasih Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Selama ini, pengertian kita akan kasih sering didasarkan pada Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Sering kali kita mendengar kalimat Allah adalah kasih. Apa artinya??
Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).
Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).
Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.
Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luar biasa!
Penghalang-Penghalang kasih dan cara mengatasinya
Meskipun kita telah memiliki pengertian akan kasih, namun seringkali kita menemukan sulit sekali bagi kita untuk mengatasi penghalang dari kasih itu. Penghalang ini seringkali terbangun dari pengalaman kita di masa lalu: sakit hati, terluka, penolakan dan kekecewaan yang membuat kita tidak dapat memberikan maupun menerima kasih yang sejati.
Kunci untuk mengatasi penghalang dari masa lalu ini dapat dirangkumkan dalam satu kata: pengampunan. Dengan memimta pengampunan mereka yang telah kita sakiti – dimulai dengan Tuhan – lalu kemudian mengampuni mereka yang telah menyakiti kita, kita akan keluar dari lingkaran kepahitan dan masuk ke dalam kasih agape Tuhan.
Keinginan yang berpusat pada diri sendiri – keangkuhan, iri hati, cemburu dan kesombongan – seringkali memisahkan kita dari kasih Allah yang sejati. Penghalang diri ini hanya dapat dilewati dengan bertobat, menyesali kesalahan kita dengan berbalik dari dosa dan meminta pengampunan Tuhan untuk tindakan dan keinginan kita yang mau menang sendiri. Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menerima pengampunan-Nya, kita akan menemukan kemerdekaan untuk lebih melihat kebutuhan orang lain di sekitar kita dibandingkan kebutuhan kita sendiri.
Menemukan kasih Sejati
Pencarian akan kasih dimulai dari hubungan kita dengan Allah. Jika Anda sedang mencari kasih yang sejati, bukalah diri Anda kepada Dia yang mengasihi Anda lebih dari apapun juga di dunia ini. Tuhan sangat mengasihi Anda sehingga IA memberikan anak tunggal-Nya, Yesus. Berserulah kepada Yesus Kristus sekarang. Ijinkan Dia untuk menggapai dan menyentuh hati Anda dengan kasih agape yang datang dari hati Tuhan sendiri. Bertobatlah dan mintalah pengampunan serta terimalah di dalam iman (Roma 10:13; 1 Yohanes 1:8-9; Yohanes 1:12). Mintalah Yesus untuk membabtis (memenuhi) Anda dengan Roh Kudus (Lukas 11:13).
Jika Anda bertumbuh di dalam iman, biarkan Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar kepada Anda setiap hari. Kemudian, cobalah untuk mempraktekkan kasih itu kepada orang-orang di sekitar Anda – keluarga, teman, rekan sekerja, tetangga – dengan demikian Anda telah mendemonstrasikan kasih yang telah Anda terima dari Tuhan.
Akhirnya, berdoa dan minta Tuhan untuk memenuhi Anda dengan pengertian yang baru akan kasih: “Bapa, aku percaya Engkau mengasihiku. Alkitab berkata aku dapat mengasihi-Mu karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Aku bersyukur untuk kasih-Mu. Penuhi hatiku dengan cara yang ajaib seperti yang Engkau lakukan sejak dahulu. Penuhi hatiku dengan Roh Kudus dan cinta kasih. Tolong aku untuk bertumbuh di dalam kasih-Mu dan menunjukkan kasih itu kepada orang-orang di sekitarku. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Yesus. Amin.”
Oleh :
Angga Purnawira
Terima kasih Mas Udin
Terima kasih Mas Udin
Saat masih kecil Rangga dalam keluarga selalu dianggap anak paling kecil, anak yang ga’ bisa apa apa. Dalam hidup sehari – hari yang dikenal adalah ejekan dari keluarga sendiri . Kejadian itu membuatnya selalu merasa sakit hati. Masa – masa kanak – kanak dia lebih senang untuk bermain dengan teman – teman seumuran dengan dirinya. Ia bersekolah didekat rumahnya. Dan setiap malam dia sering bermain ke tetangga kanan kiri. Dalam sehari – hari Rangga mampu menutupi kegundahan hatinya dengan kecerian dan senyuman yang selalu ia tampakan dalam bergaul.
Di suatu malam, saat ia bermain di tentangga sebelah rumah ia bertemu dengan sosok pria yang sangat tampan dan berwibawa. Dan lelaki tersebut memberikan balasan senyuman pada Rangga yang saat itu masih berusia 5 tahun. Akhirnya laki – laki yang bernama Udin itu menyapa Rangga dengan senyuman yang sangat ceriah. Mereka akhirnya saling berkenalan. Bagi Udin, Rangga adalah sosok anak kecil yang sangat manis dan ceria. Lagi pula ia juga merindukan anak kecil dan hidupnya. Karena dulu ia punya adik yang mirip dengan Rangga namun sebulan yang lalu telah meninggal karena kecelakaan.
Lama kelamaan mereka berdua begitu sangat akrab, dan Udin begitu memanjakanya. Karena dia sudah menganggap angga seperti adik kandungnya sendiri. Semua kasih sayangnya dicurahkan penuh untuk Rangga. Namun sayang mereka tak bisa bertemu setiap hari, karena Udin bekerja di sebuah perusahaan yang ada di Bali yang membuatnya harus pulang pergi selama 2 minggu sekali Tapi setiap kali bertemu Udin mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk Rangga.
Setiap apapun masalah yang dialami Rangga, Rangga selalu cerita dengan Mas Udin kebanggaannya. Demikian juga dengan permasalahan yang Rangga alami didalam rumahnya. Sehingga Rangga merasa nyaman untuk mencurahkan semua isi hatinya kepada Udin, walaupun usia mereka terpaut sangat jauh, selisih umur mereka sekitar 20 tahun.
Hidup Rangga mulai sedikit lebih ceriah, karena ada seorang malaikat yang selalu didekatnya. Walaupun mereka harus 2 minggu sekali bertemu. Dan merekapun saling merindukan untuk segera bertemu. Mereka berdua bagaikan dua insan yang tidak dapat terpisahkan, mereka sangat akrab dan sangat dekat dan Rangga pun makin merasa nyaman untuk mencurahkan isi hatinya dan membuat hatinya semakin tenang dan tegar untuk berdiri.
Persahabatan mereka berdua berlangsung hingga Rangga memasuki kelas 1 SD. Perhatian Udin kepada Rangga masih sangat besar dan tidak berkurang satu-pun. Bahkan Udin selalu memberik Rangga support untuk terus giat belajar.
Hal tersebut bisa terbukti, saat Rangga awal masuk di kelas yang baru dan suasana yang baru. Rangga amat sangat bersemangat dalam belajar.
Masih seperti biasa mereka bertemu setiap dua minggu sekali namun pertemuan itu sangat berarti buat Rangga dan Udin. Dalam setiap pertemuan yang hanya singkat mereka bisa memanfaatkan dengan baik. Sehingga pertemuan mereka sangat berkualitas. Karena pertemuan mereka hanya Sabtu dan minggu saja. Sedangkan setiap senin pagi Udin sudah harus balik ke Bali karena keluarga dan kuliah Udin ada di Bali.
Berkat Support yang diberikan Udin kepada Rangga, hingga Rangga di akhir caturwulan yang pertama mendapatkan nilai yang terbaik dikelas dan menjadi jawara di kelas. Udin pun juga merasa ikut bahagia melihat adik kesayangan mampu mengukir prestasi yang sangat gemilang dan menakjubkan dan Rangga bisa menjadi kebanggan orang tuanya.
Kejadian ini terus berulang hingga, di akhir kenaikan kelas satu menuju ke kelas dua. Karena Support yang tak pernah putus dan berkurang sedikit pun. Rangga masih mampu mengukir prestasi yang sangat gemilang. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada Rangga, melainkan juga pada kehidupan Udin yang dimana kuliahnya semakin bersemangat dan kerjaannya semakin sukses. Karena ia semangat jika sudah melihat adik kesayangannya itu.
Suatu ketika saat Udin berada di Bali, dalam perjalanan menuju rumahnya dengan tiba – tiba kepalanya merasa sangat sakit dan membuat semua yang dilihatnya berputar. Tiba – tiba ia terjatuh, semua orang yang berada disekitarnya berlari dan menolongnya. Serta membawa dirinya ke rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, dokter menyarankan dirinya untuk di rontgen karena dokter mendiaqnosa ada penyakit yang lain.
Hasil dari diagnose tersebut, Udi dinyatakan menderita kanker otak yang sudah stadium 3 dan satu – satunya jalan agar bisa sembuh dia harus dioperasi namun resiko jika gagal operasi tersebut dia akan hilang ingatan atau mati. Hati Udin bagaikan tersambar petir di siang bolong. Semua keluarga menyarankan agar dirinya untuk segera dioperasi. Namun ia sangat menolak, karena dalam hatinya ia takut kehilangan semuanya, termasuk kenangan indah bersama Rangga adik kesayangannya. Hal tersebut benar – benar membuatnya merasa terpukul dan hancur hatinya. Namun dirinya mampu menutup semuanya itu saat bertemu dengan adik kesayangannya.
Di malam sabtu yang sangat cerah ceria, Udin pergi ke Surabaya untuk mengunjungi adik kesayangannya. Pertemuan ini seperti biasa yang dilakukannya setiap dua minggu sekali. Tapi ini Udin memberi sedikit kejutan pada Rangga. Dengan tiba – tiba di dating ke rumah Rangga dengan membawa bingkisan yang cukup besar dan cantik. Kemudian, ia menekan bel yang ada di pinggir rumah Rangga. Ternyata Rangga sendiri yang membuka pintu tersebut . Rangga sangat terkejut, dan sangat senang sahabatnya dating dan membawakan hadiah untuknya. Namun berbeda dengan Udin, Udin benar – benar menahan agar air matanya tidak jatuh saat bersama Rangga.
Kemudian Udin, mengajaknya keluar untuk jalan – jalan sejenak. Udin sungguh terhibur dengan melihat adik kesayangannya bahagia. Udin tak bisa membayangkan kalau cepat atau lambat semuanya akan berubah. Seiring penyakit yang terus menggerogoti hidupnya.
Malam sabtu yang mereka lalui berdua sangat indah, bahkan lebih indah dari malam – malam sebelumnya. Mereka pergi menyusuri jalan berdua dengan penuh kasih persahabatan yang amat sangat hangat sekali. Mereka berdua semakin akrab dan semakin mengenal satu sama yang lain. Namun di tengah – tengah perjalanan mereka, tiba – tiba Udin mengucapkan “Rangga, seandainya, suatu saat nanti aku harus pergi karena ada tugas dan kerjaan kamu gimana?”. Perkataan itu membuat Rangga sangat terkejut, dan berkata “Memang mas Udin mau kemana? Mau pergi jauh? Kemana Mas? Berapa Lama? Pasti kembalikan mas?”. Jawab Udin “Waduh pertanyaan kamu kok kayak kereta yang ga ada putusnya. Yach itu masih jikalau, seandainya. Aku sendiri kan juga belum tahu”. Sahut Rangga “Mas, Kalau aku boleh mengajukan permintaan sama Tuhan, aku ingin ga pernah jauh dari mas”. Udin semakin terharu dan berat hatinya.
Sepulang dari Surabaya, dalam perjalanan menuju Bali, Udin tak henti – hentinya memikirkan perkataan yang keluar dari seorang anak kecil yang sangat di sayanginya dan sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Hingga ia tak tahan menetes air mata ke pipinya. Dalam hatinya berkata “Oh Tuhan, kenapa semua ini Engkau hadapkan padaku? Apakah ini memang jalan yang harus aku lalui? Bagaimana dengan Rangga yang sangat menyayangiku? Jikalau memang ini semua harus terjadi dan aku harus menghadapmu kembali, aku mohon agar Rangga bisa menemukan pengganti diriku yang bisa menyayanginya dengan sepenuh hati. Tuhan, aku serahkan semuanya padaMu, baik hidupku maupun matiku. Amin”
Keadaan seperti ini berlangsung selama tiga tahun dan Udin mampu melewati masa sakitnya selama tiga tahun. Namun Udin berusaha untuk bertahan demi sahabat kecil yang dicintainya yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Dan ia juga berusaha untuk selalu merahasiakan penyakitnya pada sahabat kecilnya itu.
Karena rasa sayang dan cintanya pada Rangga, sahabat yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri, ia mencoba untuk melawan penyakit yang telah tumbuh dalam tubuhnya. Senyuman demi senyuman terus diberikan dengan tulus kepada Sahabat kecilnya itu.
Beberapa bulan kemudian, di malam yang sangat dingin dan sunyi. Tiba – tiba telephone di rumah Rangga bordering. Kemudian langkah kecil Rangga berlari menuju suara telephone tersebut. “Hallo, mau cari sapa?” Sahut Rangga. “ Rangga, ini mas Udin. Bagaimana kabar kamu?” Jawab Udin dari balik Telephone. “Oh mas Udin, Rangga baik – baik aja. Mas Udin sendiri Bagaimana? Kayaknya mask ok Sedih?” balas Rangga. “Kamu masih belum berubah ya, pertanyaan kamu masih panjang seperti kereta. Mas Udin baik – baik aja” Jawab Udin lagi. Rangga kembali bertanya “ Tapi, suara mas kedengaran sedih sekali? Ada apa mas?”. “Kalau mas bilang Rangga ga boleh sedih ya, Rangga harus tegar, Rangga kan anak cowok jadi ga boleh nangis” Jawab Udin. “Ada apa mas?” Rangga kembali bertanya. Jawab Udin“ Mas Udin be… be….besok harus pergi jauh”. Sahut Rangga “Mau kemana mas? Berapa lama?”. Balas Udin “ Mas juga tidak tahu berapa lama, pokoknya jauh banget. Pesan dari mas, kamu harus jadi anak yang berguna bagi sekeliling kamu. Kamu harus semakin giat belajar. Dan yakinlah kamu akan memiliki banyak sahabat yang akan menyayangi dan mencintai kamu”. “Mas, mas di sana hati – hati ya. Jangan lupakan Rangga ya Mas. Semoga suatu saat nanti kita bertemu kembali” Jawab Rangga. “Iya, Mas juga akan selalu berdoa buat kamu” Jawab terakhir Udin.
Selang beberapa hari, dering telephone kembali berbunyi. Rangga kembali berlari, ia berharap Mas Udin yang telephone. “Hallo!!”Sahut Rangga. “Ya hallo, apa saya bisa bicara dengan Adik Rangga?” Jawab suara dari balik telephone. Jawab Rangga “Ya, saya sendiri. Ini sapa?”. “Saya kakak dari Udin. Saya cumin mau kasih kabar kalau Mas Udin meninggal” Balas lelaki tersebut. “Apa meninggal, ga mungkin...ga mungkin, soalnya kemarin dia masih telephone aku” Jawab Rangga. “Iya, kemarin waktu telephone kamu aku ada, sebenarnya ada penyakit yang dia rahasiakan selama ini. Dia sakit kanker stadium tiga. Dia juga pesan kamu ga boleh nangis, kamu harus kuat dan tabah” Balas lelaki tersebut.
Dengan berita tersebut Rangga sangat sedih dan merasa kehilangan. Walaupun semua orang meyakinkan kalau Mas Udin kesayangannya sudah meninggal, namun dalam hati Rangga masih meyakini kalau Mas Udin masih hidup dan belum meninggal. Tapi Rangga juga mengingat pesan dari Mas Udin kalau Rangga harus menjadi anak yang kuat dan tegar ga boleh sedih.
Itulah kisah sahabat Rangga yang pertama. Dalam buku harian Rangga menulis sebuah puisi yang diciptakan untuk mas Udin sebagai tanda ucapan terima kasih yang tulus dari Rangga :
Terima Kasih Mas Udin
Dari awal aku mengenalmu
Kau bimbing aku dengan penuh kasih sayang
Sayang yang kau berikan akan selalu hidup di hatiku
Walaupun kini kau jauh
Entah Kau berada dimana
Kau masih hidup dalam hati ini
Sampai kapanpun
Dirimu masih hidup dalam hatiku
Aku hanya bisa berdoa
Semoga Tuhan selalu ada
Bersamamu dan AKu
Selamanya.
Amin
Saat masih kecil Rangga dalam keluarga selalu dianggap anak paling kecil, anak yang ga’ bisa apa apa. Dalam hidup sehari – hari yang dikenal adalah ejekan dari keluarga sendiri . Kejadian itu membuatnya selalu merasa sakit hati. Masa – masa kanak – kanak dia lebih senang untuk bermain dengan teman – teman seumuran dengan dirinya. Ia bersekolah didekat rumahnya. Dan setiap malam dia sering bermain ke tetangga kanan kiri. Dalam sehari – hari Rangga mampu menutupi kegundahan hatinya dengan kecerian dan senyuman yang selalu ia tampakan dalam bergaul.
Di suatu malam, saat ia bermain di tentangga sebelah rumah ia bertemu dengan sosok pria yang sangat tampan dan berwibawa. Dan lelaki tersebut memberikan balasan senyuman pada Rangga yang saat itu masih berusia 5 tahun. Akhirnya laki – laki yang bernama Udin itu menyapa Rangga dengan senyuman yang sangat ceriah. Mereka akhirnya saling berkenalan. Bagi Udin, Rangga adalah sosok anak kecil yang sangat manis dan ceria. Lagi pula ia juga merindukan anak kecil dan hidupnya. Karena dulu ia punya adik yang mirip dengan Rangga namun sebulan yang lalu telah meninggal karena kecelakaan.
Lama kelamaan mereka berdua begitu sangat akrab, dan Udin begitu memanjakanya. Karena dia sudah menganggap angga seperti adik kandungnya sendiri. Semua kasih sayangnya dicurahkan penuh untuk Rangga. Namun sayang mereka tak bisa bertemu setiap hari, karena Udin bekerja di sebuah perusahaan yang ada di Bali yang membuatnya harus pulang pergi selama 2 minggu sekali Tapi setiap kali bertemu Udin mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk Rangga.
Setiap apapun masalah yang dialami Rangga, Rangga selalu cerita dengan Mas Udin kebanggaannya. Demikian juga dengan permasalahan yang Rangga alami didalam rumahnya. Sehingga Rangga merasa nyaman untuk mencurahkan semua isi hatinya kepada Udin, walaupun usia mereka terpaut sangat jauh, selisih umur mereka sekitar 20 tahun.
Hidup Rangga mulai sedikit lebih ceriah, karena ada seorang malaikat yang selalu didekatnya. Walaupun mereka harus 2 minggu sekali bertemu. Dan merekapun saling merindukan untuk segera bertemu. Mereka berdua bagaikan dua insan yang tidak dapat terpisahkan, mereka sangat akrab dan sangat dekat dan Rangga pun makin merasa nyaman untuk mencurahkan isi hatinya dan membuat hatinya semakin tenang dan tegar untuk berdiri.
Persahabatan mereka berdua berlangsung hingga Rangga memasuki kelas 1 SD. Perhatian Udin kepada Rangga masih sangat besar dan tidak berkurang satu-pun. Bahkan Udin selalu memberik Rangga support untuk terus giat belajar.
Hal tersebut bisa terbukti, saat Rangga awal masuk di kelas yang baru dan suasana yang baru. Rangga amat sangat bersemangat dalam belajar.
Masih seperti biasa mereka bertemu setiap dua minggu sekali namun pertemuan itu sangat berarti buat Rangga dan Udin. Dalam setiap pertemuan yang hanya singkat mereka bisa memanfaatkan dengan baik. Sehingga pertemuan mereka sangat berkualitas. Karena pertemuan mereka hanya Sabtu dan minggu saja. Sedangkan setiap senin pagi Udin sudah harus balik ke Bali karena keluarga dan kuliah Udin ada di Bali.
Berkat Support yang diberikan Udin kepada Rangga, hingga Rangga di akhir caturwulan yang pertama mendapatkan nilai yang terbaik dikelas dan menjadi jawara di kelas. Udin pun juga merasa ikut bahagia melihat adik kesayangan mampu mengukir prestasi yang sangat gemilang dan menakjubkan dan Rangga bisa menjadi kebanggan orang tuanya.
Kejadian ini terus berulang hingga, di akhir kenaikan kelas satu menuju ke kelas dua. Karena Support yang tak pernah putus dan berkurang sedikit pun. Rangga masih mampu mengukir prestasi yang sangat gemilang. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada Rangga, melainkan juga pada kehidupan Udin yang dimana kuliahnya semakin bersemangat dan kerjaannya semakin sukses. Karena ia semangat jika sudah melihat adik kesayangannya itu.
Suatu ketika saat Udin berada di Bali, dalam perjalanan menuju rumahnya dengan tiba – tiba kepalanya merasa sangat sakit dan membuat semua yang dilihatnya berputar. Tiba – tiba ia terjatuh, semua orang yang berada disekitarnya berlari dan menolongnya. Serta membawa dirinya ke rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, dokter menyarankan dirinya untuk di rontgen karena dokter mendiaqnosa ada penyakit yang lain.
Hasil dari diagnose tersebut, Udi dinyatakan menderita kanker otak yang sudah stadium 3 dan satu – satunya jalan agar bisa sembuh dia harus dioperasi namun resiko jika gagal operasi tersebut dia akan hilang ingatan atau mati. Hati Udin bagaikan tersambar petir di siang bolong. Semua keluarga menyarankan agar dirinya untuk segera dioperasi. Namun ia sangat menolak, karena dalam hatinya ia takut kehilangan semuanya, termasuk kenangan indah bersama Rangga adik kesayangannya. Hal tersebut benar – benar membuatnya merasa terpukul dan hancur hatinya. Namun dirinya mampu menutup semuanya itu saat bertemu dengan adik kesayangannya.
Di malam sabtu yang sangat cerah ceria, Udin pergi ke Surabaya untuk mengunjungi adik kesayangannya. Pertemuan ini seperti biasa yang dilakukannya setiap dua minggu sekali. Tapi ini Udin memberi sedikit kejutan pada Rangga. Dengan tiba – tiba di dating ke rumah Rangga dengan membawa bingkisan yang cukup besar dan cantik. Kemudian, ia menekan bel yang ada di pinggir rumah Rangga. Ternyata Rangga sendiri yang membuka pintu tersebut . Rangga sangat terkejut, dan sangat senang sahabatnya dating dan membawakan hadiah untuknya. Namun berbeda dengan Udin, Udin benar – benar menahan agar air matanya tidak jatuh saat bersama Rangga.
Kemudian Udin, mengajaknya keluar untuk jalan – jalan sejenak. Udin sungguh terhibur dengan melihat adik kesayangannya bahagia. Udin tak bisa membayangkan kalau cepat atau lambat semuanya akan berubah. Seiring penyakit yang terus menggerogoti hidupnya.
Malam sabtu yang mereka lalui berdua sangat indah, bahkan lebih indah dari malam – malam sebelumnya. Mereka pergi menyusuri jalan berdua dengan penuh kasih persahabatan yang amat sangat hangat sekali. Mereka berdua semakin akrab dan semakin mengenal satu sama yang lain. Namun di tengah – tengah perjalanan mereka, tiba – tiba Udin mengucapkan “Rangga, seandainya, suatu saat nanti aku harus pergi karena ada tugas dan kerjaan kamu gimana?”. Perkataan itu membuat Rangga sangat terkejut, dan berkata “Memang mas Udin mau kemana? Mau pergi jauh? Kemana Mas? Berapa Lama? Pasti kembalikan mas?”. Jawab Udin “Waduh pertanyaan kamu kok kayak kereta yang ga ada putusnya. Yach itu masih jikalau, seandainya. Aku sendiri kan juga belum tahu”. Sahut Rangga “Mas, Kalau aku boleh mengajukan permintaan sama Tuhan, aku ingin ga pernah jauh dari mas”. Udin semakin terharu dan berat hatinya.
Sepulang dari Surabaya, dalam perjalanan menuju Bali, Udin tak henti – hentinya memikirkan perkataan yang keluar dari seorang anak kecil yang sangat di sayanginya dan sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Hingga ia tak tahan menetes air mata ke pipinya. Dalam hatinya berkata “Oh Tuhan, kenapa semua ini Engkau hadapkan padaku? Apakah ini memang jalan yang harus aku lalui? Bagaimana dengan Rangga yang sangat menyayangiku? Jikalau memang ini semua harus terjadi dan aku harus menghadapmu kembali, aku mohon agar Rangga bisa menemukan pengganti diriku yang bisa menyayanginya dengan sepenuh hati. Tuhan, aku serahkan semuanya padaMu, baik hidupku maupun matiku. Amin”
Keadaan seperti ini berlangsung selama tiga tahun dan Udin mampu melewati masa sakitnya selama tiga tahun. Namun Udin berusaha untuk bertahan demi sahabat kecil yang dicintainya yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Dan ia juga berusaha untuk selalu merahasiakan penyakitnya pada sahabat kecilnya itu.
Karena rasa sayang dan cintanya pada Rangga, sahabat yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri, ia mencoba untuk melawan penyakit yang telah tumbuh dalam tubuhnya. Senyuman demi senyuman terus diberikan dengan tulus kepada Sahabat kecilnya itu.
Beberapa bulan kemudian, di malam yang sangat dingin dan sunyi. Tiba – tiba telephone di rumah Rangga bordering. Kemudian langkah kecil Rangga berlari menuju suara telephone tersebut. “Hallo, mau cari sapa?” Sahut Rangga. “ Rangga, ini mas Udin. Bagaimana kabar kamu?” Jawab Udin dari balik Telephone. “Oh mas Udin, Rangga baik – baik aja. Mas Udin sendiri Bagaimana? Kayaknya mask ok Sedih?” balas Rangga. “Kamu masih belum berubah ya, pertanyaan kamu masih panjang seperti kereta. Mas Udin baik – baik aja” Jawab Udin lagi. Rangga kembali bertanya “ Tapi, suara mas kedengaran sedih sekali? Ada apa mas?”. “Kalau mas bilang Rangga ga boleh sedih ya, Rangga harus tegar, Rangga kan anak cowok jadi ga boleh nangis” Jawab Udin. “Ada apa mas?” Rangga kembali bertanya. Jawab Udin“ Mas Udin be… be….besok harus pergi jauh”. Sahut Rangga “Mau kemana mas? Berapa lama?”. Balas Udin “ Mas juga tidak tahu berapa lama, pokoknya jauh banget. Pesan dari mas, kamu harus jadi anak yang berguna bagi sekeliling kamu. Kamu harus semakin giat belajar. Dan yakinlah kamu akan memiliki banyak sahabat yang akan menyayangi dan mencintai kamu”. “Mas, mas di sana hati – hati ya. Jangan lupakan Rangga ya Mas. Semoga suatu saat nanti kita bertemu kembali” Jawab Rangga. “Iya, Mas juga akan selalu berdoa buat kamu” Jawab terakhir Udin.
Selang beberapa hari, dering telephone kembali berbunyi. Rangga kembali berlari, ia berharap Mas Udin yang telephone. “Hallo!!”Sahut Rangga. “Ya hallo, apa saya bisa bicara dengan Adik Rangga?” Jawab suara dari balik telephone. Jawab Rangga “Ya, saya sendiri. Ini sapa?”. “Saya kakak dari Udin. Saya cumin mau kasih kabar kalau Mas Udin meninggal” Balas lelaki tersebut. “Apa meninggal, ga mungkin...ga mungkin, soalnya kemarin dia masih telephone aku” Jawab Rangga. “Iya, kemarin waktu telephone kamu aku ada, sebenarnya ada penyakit yang dia rahasiakan selama ini. Dia sakit kanker stadium tiga. Dia juga pesan kamu ga boleh nangis, kamu harus kuat dan tabah” Balas lelaki tersebut.
Dengan berita tersebut Rangga sangat sedih dan merasa kehilangan. Walaupun semua orang meyakinkan kalau Mas Udin kesayangannya sudah meninggal, namun dalam hati Rangga masih meyakini kalau Mas Udin masih hidup dan belum meninggal. Tapi Rangga juga mengingat pesan dari Mas Udin kalau Rangga harus menjadi anak yang kuat dan tegar ga boleh sedih.
Itulah kisah sahabat Rangga yang pertama. Dalam buku harian Rangga menulis sebuah puisi yang diciptakan untuk mas Udin sebagai tanda ucapan terima kasih yang tulus dari Rangga :
Terima Kasih Mas Udin
Dari awal aku mengenalmu
Kau bimbing aku dengan penuh kasih sayang
Sayang yang kau berikan akan selalu hidup di hatiku
Walaupun kini kau jauh
Entah Kau berada dimana
Kau masih hidup dalam hati ini
Sampai kapanpun
Dirimu masih hidup dalam hatiku
Aku hanya bisa berdoa
Semoga Tuhan selalu ada
Bersamamu dan AKu
Selamanya.
Amin
Puisi3
Doa Anak Negeri
Tuhan
Aku bersujud di hadapanMu
Aku berdoa bagi Negeri ku tercinta
Tuhan
Berapa lama lagi
Negeri ini harus semakin terpuruk
Tuhan
Haruskah kelaparan semakin
Menggerogoti perut – perut anak – anak negeri ini
Haruskah kemiskinan
Semakin merajalela dan semakin menghimpit
Kehidupan semua orang
Haruskah air mata terus mengalir
Dan membanjir negeri ini
Tuhan Yesus
Saat ini aku datang padaMu
Mohon ampunMu
Atas setiap kesalahan yang pernah kami perbuat
Kami sadar bahwa kami
Seringkali menyakitiMu hingga perut bumi
Tuhan ampunilah kami
Tuhan
Aku mohon pulihkan negeri kami
Aku yakin
Bahwa Engkau Tuhan adalah
Allah yang penuh kasih dan cinta
Pada umatMu
Aku yakin dan percaya
Dibalik setiap peristiwa yang terjadi
Ada pesan yang ingin Kau sampaikan untukku
Dan Aku yakin suatu saat nanti
Aku akan melihat pelangi kasihMu
Dan aku yakin suatu saat nanti
Negeri ini akan kembali pulih
Amin
Karya
Angga P Wira
Pesan Untuk Sahabatku
Langit luas terhampar membentang di cakrawala
Itulah persadaku, bermatakan katulistiwa
Bertabur suku bangsa, Ragam macam budaya
Seribu perbedaan tak merubah bangsaku
Kehormatan hanya untuk bumi Indonesia
pengorbanan pahwalan adalah gerbang kemerdekaan
Menuju kemenangan
Sahabatku....
Akankah kita sebagai penerus bangsa
hanya diam berpangku tangan
Dan bergantung pada nasib
Padahal
Bumi Indonesia sedang membutuhkan
Jiwa – jiwa yang penuh semangat juang
Untuk memberantas segala kemiskinan,
Kebodohan dan penindasan yang terjadi
Di bumi Indonesia
Sahabatku….
Mari kita bangkit bangun bangsa kita
Wahai persadaku….
Majulah Negriku
Tunjukan pada dunia
Kejayaan hanya bagi bumi Indonesia
Tunjukan pada dunia
Kehormatan hanya untuk bumi Indonesia
Ya Tuhan
Bangkitkanlah semangat kami
Untuk berjuang, mempertahankan
Dan mengisi kemerdekaan
Dengan penuh semangat
Dan mampu
Mengharumkan bumi Indonesia
Tidak hanya bicara saja
Tapi mampukan kami
Untuk berbuat nyata demi
Negeri ini
Dan jangan jadikan kami
Manusia yang hanya mampu berkata-kata
Tapi tak pernah berbuat apa – apa demi negeri ini
Mampukan kami ya Tuhan
Agar Persada Indonesia kembali tersenyum
Kini, esok dan selamanya
Amin
Karya
Angga P Wira
Masih kah Ada harap
Tuhan…
Sampai kapan aku harus terus menangis
Masih adakah harapku untuk dirinya
Kenapa aku masih merindukannya
Tuhan…
Mungkinkah dia akan kembali untukku
Mungkinkah aku masih bisa memilikinya lagi
Tuhan…
Aku tak sanggup hidup tanpanya
Dia bagaikan separuh nyawaku
Dan aku tak mampu untuk melupakanya
Tuhan…
Kini aku tak tahu dia ada dimana
Hati ini benar – benar merindukan dirinya
Tuhan…
Ijinkanlah aku bertemu dengannya
Walaupun itu hanya sesaat
Aku ingin kembali memeluknya
Tuhan…
Aku benar – benar mencintainya
Aku tak sanggup hidup jauh darinya
Ku mohon ya Tuhan
MERDEKA ATAU MERDEKA
Karya : A P Wira
Umur negera ini sudah mencapai enam puluh tiga tahun
Dan mungkin bendera merah putih juga telah lama berkibar
Namun apakah kemerdekaan itu sudah dapat dirasakan
Bukannya kehidupan saat ini lebih sulit
Semua harga kebutuhan melonjak tak terjangkau
Kelaparan semakin meraja
Penderitaan akibat bencana alam
Masih menjadi pekerjaan rumah yang amat besar
Inikah yang dinamakan merdeka
Akibat ini semua kejahatan semakin nyata
Orang berani berbuat kejahatan
Hanya demi mencari sesuap nasih
Sahabatku…..
Haruskah kita sebagai anak Tuhan
Hanya tinggal diam
Akan kita juga membisu
Ketika orang lain menjerit minta pertolongan kita
Bukankah
Tuhan Yesus telah mengajarkan kita
Untuk mengasihi sesama manusia
Bukankah moto orang kita adalah kasih
Marilah sahabatku
Ulurkan tanganmu untuk mereka
Berikan kasih sayang mu untuk mereka
Agar kita bisa melihat mereka kembali tersenyum
Karena dalam senyum mereka
Kita melihat Tuhan Yesus juga tersenyum
Lakukanlah semuanya
Sahabatku
Selamat memulai hidup baru
Dengan belajar memberi kasih.
Amin
Tuhan
Aku bersujud di hadapanMu
Aku berdoa bagi Negeri ku tercinta
Tuhan
Berapa lama lagi
Negeri ini harus semakin terpuruk
Tuhan
Haruskah kelaparan semakin
Menggerogoti perut – perut anak – anak negeri ini
Haruskah kemiskinan
Semakin merajalela dan semakin menghimpit
Kehidupan semua orang
Haruskah air mata terus mengalir
Dan membanjir negeri ini
Tuhan Yesus
Saat ini aku datang padaMu
Mohon ampunMu
Atas setiap kesalahan yang pernah kami perbuat
Kami sadar bahwa kami
Seringkali menyakitiMu hingga perut bumi
Tuhan ampunilah kami
Tuhan
Aku mohon pulihkan negeri kami
Aku yakin
Bahwa Engkau Tuhan adalah
Allah yang penuh kasih dan cinta
Pada umatMu
Aku yakin dan percaya
Dibalik setiap peristiwa yang terjadi
Ada pesan yang ingin Kau sampaikan untukku
Dan Aku yakin suatu saat nanti
Aku akan melihat pelangi kasihMu
Dan aku yakin suatu saat nanti
Negeri ini akan kembali pulih
Amin
Karya
Angga P Wira
Pesan Untuk Sahabatku
Langit luas terhampar membentang di cakrawala
Itulah persadaku, bermatakan katulistiwa
Bertabur suku bangsa, Ragam macam budaya
Seribu perbedaan tak merubah bangsaku
Kehormatan hanya untuk bumi Indonesia
pengorbanan pahwalan adalah gerbang kemerdekaan
Menuju kemenangan
Sahabatku....
Akankah kita sebagai penerus bangsa
hanya diam berpangku tangan
Dan bergantung pada nasib
Padahal
Bumi Indonesia sedang membutuhkan
Jiwa – jiwa yang penuh semangat juang
Untuk memberantas segala kemiskinan,
Kebodohan dan penindasan yang terjadi
Di bumi Indonesia
Sahabatku….
Mari kita bangkit bangun bangsa kita
Wahai persadaku….
Majulah Negriku
Tunjukan pada dunia
Kejayaan hanya bagi bumi Indonesia
Tunjukan pada dunia
Kehormatan hanya untuk bumi Indonesia
Ya Tuhan
Bangkitkanlah semangat kami
Untuk berjuang, mempertahankan
Dan mengisi kemerdekaan
Dengan penuh semangat
Dan mampu
Mengharumkan bumi Indonesia
Tidak hanya bicara saja
Tapi mampukan kami
Untuk berbuat nyata demi
Negeri ini
Dan jangan jadikan kami
Manusia yang hanya mampu berkata-kata
Tapi tak pernah berbuat apa – apa demi negeri ini
Mampukan kami ya Tuhan
Agar Persada Indonesia kembali tersenyum
Kini, esok dan selamanya
Amin
Karya
Angga P Wira
Masih kah Ada harap
Tuhan…
Sampai kapan aku harus terus menangis
Masih adakah harapku untuk dirinya
Kenapa aku masih merindukannya
Tuhan…
Mungkinkah dia akan kembali untukku
Mungkinkah aku masih bisa memilikinya lagi
Tuhan…
Aku tak sanggup hidup tanpanya
Dia bagaikan separuh nyawaku
Dan aku tak mampu untuk melupakanya
Tuhan…
Kini aku tak tahu dia ada dimana
Hati ini benar – benar merindukan dirinya
Tuhan…
Ijinkanlah aku bertemu dengannya
Walaupun itu hanya sesaat
Aku ingin kembali memeluknya
Tuhan…
Aku benar – benar mencintainya
Aku tak sanggup hidup jauh darinya
Ku mohon ya Tuhan
MERDEKA ATAU MERDEKA
Karya : A P Wira
Umur negera ini sudah mencapai enam puluh tiga tahun
Dan mungkin bendera merah putih juga telah lama berkibar
Namun apakah kemerdekaan itu sudah dapat dirasakan
Bukannya kehidupan saat ini lebih sulit
Semua harga kebutuhan melonjak tak terjangkau
Kelaparan semakin meraja
Penderitaan akibat bencana alam
Masih menjadi pekerjaan rumah yang amat besar
Inikah yang dinamakan merdeka
Akibat ini semua kejahatan semakin nyata
Orang berani berbuat kejahatan
Hanya demi mencari sesuap nasih
Sahabatku…..
Haruskah kita sebagai anak Tuhan
Hanya tinggal diam
Akan kita juga membisu
Ketika orang lain menjerit minta pertolongan kita
Bukankah
Tuhan Yesus telah mengajarkan kita
Untuk mengasihi sesama manusia
Bukankah moto orang kita adalah kasih
Marilah sahabatku
Ulurkan tanganmu untuk mereka
Berikan kasih sayang mu untuk mereka
Agar kita bisa melihat mereka kembali tersenyum
Karena dalam senyum mereka
Kita melihat Tuhan Yesus juga tersenyum
Lakukanlah semuanya
Sahabatku
Selamat memulai hidup baru
Dengan belajar memberi kasih.
Amin
Selasa, 05 Oktober 2010
Silihkan Pilih Yang Mana
Renungan
GKJW JEMAAT SURABAYA
Silahkan Pilih Yang Mana
LUKAS 6 : 36 – 38
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
1. Menyelidiki dan Memeriksa diri sendiri
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Kita suatu saat perlu mengkoreksi diri kita, apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak???.
Beberapa tahun yang lalu sahabat saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas sahabat saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.
Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.
Hal tersebut perlu juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.
Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Sahabat saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.
Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu warga gereja. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap orang lian. Sekali lagi yang sahabat saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan orang lain dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain yang berdampak akan menjadi budaya Gossip. Perlu kita ketahui bahwa mengkritik yang negatif akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Antar jemaat akan timbul saling gontok gontokan.
Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.
Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun kita sama – sama berharga di mata Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi bukan kita. Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.
Berkat bagi orang yang murah hati
Diberkatilah orang yang memperhatikan dan peduli orang lain, Tuhan akan meluputkan dia pada masa-masa yang sukar. Itulah kira-kira pengertian dari ayat diatas. Melalui Firman hari ini Tuhan mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama. Tuhan tidak ingin kita egois, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari kasih. Kasih mempunyai arti memberi atau berkorban. Tuhan Yesus mengasihi kita, salah satu wujud kasih Tuhan adalah Dia memberikan nyawaNya bagi kita di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati karena dosa.
Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih itu benar-benar di praktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka benar-benar satu di dalam Kristus. Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya. Mereka saling berbagi, yang mempunyai membagikan apa yang dipunyainya kepada mereka yang tidak punya. Dari sekian ribu orang jemaat mula-mula hanya satu keluarga saja yang memiliki roh ketamakan yaitu Ananias dan istrinya dimana akhirnya mereka mati oleh karena ketamakannya.
Jemaat antiokhia terkenal dengan kebaikan hatinya. Mereka suka mengumpulkan uang dan mengirimkan ke jemaat-jemaat lain yang membutuhkan bantuan, maka tidaklah mengherankan jikalau julukan “Kristen” pertama sekali diberikan kepada mereka oleh orang sekitarnya (lihat Kisah para rasul 11:26). Jadi jelaslah bahwa kata Kristen berkaitan erat dengan kebaikan dan kemurah-hatian. Oleh sebab itu jika ada orang Kristen yang pelit, egois maka kekristenannya perlu dipertanyakan.
Saudaraku, perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah/miskin, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Jadi jika kita memperhatikan orang-orang susah, maka Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya. Dalam kitab Matius dikatakan “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan”. Kemurahan apa yang akan kita peroleh dari Tuhan adalah :
1. Diluputkan dari masa kesesakan (Mazmur 41:2).
Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
2. Akan di pelihara oleh Tuhan (Mazmur 41:3).
Kita akan mengalami berkat pemeliharaan. Ishak adalah contoh orang yang mengalami berkat pemeliharaan Tuhan. Ia menabur pada musim panceklik dan ia menuai seratus kali lipat. Sehingga ia menjadi kaya dan bertambah kaya. Bukankah itu pemeliharaan Tuhan?
3. Hidup Bahagia (Mazmur 41:3).
Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
4. Perlindungan (Mazmur 41:3).
Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
dengan memperhatikan sesama. Memberi lebih mulia dari menerima. Tapi yang terpenting yang harus kita lakuakan adalah kita menyalurkan berkat dengan hati yang tulus dan tidak mengharapkan imbalan. Jadilah saluran berkat, karena kita diberkati untuk memberkati. Amin
Oleh:
Angga Purnawira
GKJW JEMAAT SURABAYA
Silahkan Pilih Yang Mana
LUKAS 6 : 36 – 38
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
1. Menyelidiki dan Memeriksa diri sendiri
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Kita suatu saat perlu mengkoreksi diri kita, apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak???.
Beberapa tahun yang lalu sahabat saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas sahabat saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.
Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.
Hal tersebut perlu juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.
Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Sahabat saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.
Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu warga gereja. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap orang lian. Sekali lagi yang sahabat saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan orang lain dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain yang berdampak akan menjadi budaya Gossip. Perlu kita ketahui bahwa mengkritik yang negatif akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Antar jemaat akan timbul saling gontok gontokan.
Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.
Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun kita sama – sama berharga di mata Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi bukan kita. Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.
Berkat bagi orang yang murah hati
Diberkatilah orang yang memperhatikan dan peduli orang lain, Tuhan akan meluputkan dia pada masa-masa yang sukar. Itulah kira-kira pengertian dari ayat diatas. Melalui Firman hari ini Tuhan mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama. Tuhan tidak ingin kita egois, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari kasih. Kasih mempunyai arti memberi atau berkorban. Tuhan Yesus mengasihi kita, salah satu wujud kasih Tuhan adalah Dia memberikan nyawaNya bagi kita di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati karena dosa.
Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih itu benar-benar di praktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka benar-benar satu di dalam Kristus. Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya. Mereka saling berbagi, yang mempunyai membagikan apa yang dipunyainya kepada mereka yang tidak punya. Dari sekian ribu orang jemaat mula-mula hanya satu keluarga saja yang memiliki roh ketamakan yaitu Ananias dan istrinya dimana akhirnya mereka mati oleh karena ketamakannya.
Jemaat antiokhia terkenal dengan kebaikan hatinya. Mereka suka mengumpulkan uang dan mengirimkan ke jemaat-jemaat lain yang membutuhkan bantuan, maka tidaklah mengherankan jikalau julukan “Kristen” pertama sekali diberikan kepada mereka oleh orang sekitarnya (lihat Kisah para rasul 11:26). Jadi jelaslah bahwa kata Kristen berkaitan erat dengan kebaikan dan kemurah-hatian. Oleh sebab itu jika ada orang Kristen yang pelit, egois maka kekristenannya perlu dipertanyakan.
Saudaraku, perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah/miskin, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Jadi jika kita memperhatikan orang-orang susah, maka Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya. Dalam kitab Matius dikatakan “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan”. Kemurahan apa yang akan kita peroleh dari Tuhan adalah :
1. Diluputkan dari masa kesesakan (Mazmur 41:2).
Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
2. Akan di pelihara oleh Tuhan (Mazmur 41:3).
Kita akan mengalami berkat pemeliharaan. Ishak adalah contoh orang yang mengalami berkat pemeliharaan Tuhan. Ia menabur pada musim panceklik dan ia menuai seratus kali lipat. Sehingga ia menjadi kaya dan bertambah kaya. Bukankah itu pemeliharaan Tuhan?
3. Hidup Bahagia (Mazmur 41:3).
Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
4. Perlindungan (Mazmur 41:3).
Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
dengan memperhatikan sesama. Memberi lebih mulia dari menerima. Tapi yang terpenting yang harus kita lakuakan adalah kita menyalurkan berkat dengan hati yang tulus dan tidak mengharapkan imbalan. Jadilah saluran berkat, karena kita diberkati untuk memberkati. Amin
Oleh:
Angga Purnawira
Silahkan Pilih Ya Mana
Renungan
GKJW JEMAAT SURABAYA
Silahkan Pilih Yang Mana
LUKAS 6 : 36 – 38
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
1. Menyelidiki dan Memeriksa diri sendiri
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Kita suatu saat perlu mengkoreksi diri kita, apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak???.
Beberapa tahun yang lalu sahabat saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas sahabat saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.
Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.
Hal tersebut perlu juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.
Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Sahabat saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.
Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu warga gereja. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap orang lian. Sekali lagi yang sahabat saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan orang lain dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain yang berdampak akan menjadi budaya Gossip. Perlu kita ketahui bahwa mengkritik yang negatif akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Antar jemaat akan timbul saling gontok gontokan.
Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.
Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun kita sama – sama berharga di mata Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi bukan kita. Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.
Berkat bagi orang yang murah hati
Diberkatilah orang yang memperhatikan dan peduli orang lain, Tuhan akan meluputkan dia pada masa-masa yang sukar. Itulah kira-kira pengertian dari ayat diatas. Melalui Firman hari ini Tuhan mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama. Tuhan tidak ingin kita egois, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari kasih. Kasih mempunyai arti memberi atau berkorban. Tuhan Yesus mengasihi kita, salah satu wujud kasih Tuhan adalah Dia memberikan nyawaNya bagi kita di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati karena dosa.
Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih itu benar-benar di praktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka benar-benar satu di dalam Kristus. Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya. Mereka saling berbagi, yang mempunyai membagikan apa yang dipunyainya kepada mereka yang tidak punya. Dari sekian ribu orang jemaat mula-mula hanya satu keluarga saja yang memiliki roh ketamakan yaitu Ananias dan istrinya dimana akhirnya mereka mati oleh karena ketamakannya.
Jemaat antiokhia terkenal dengan kebaikan hatinya. Mereka suka mengumpulkan uang dan mengirimkan ke jemaat-jemaat lain yang membutuhkan bantuan, maka tidaklah mengherankan jikalau julukan “Kristen” pertama sekali diberikan kepada mereka oleh orang sekitarnya (lihat Kisah para rasul 11:26). Jadi jelaslah bahwa kata Kristen berkaitan erat dengan kebaikan dan kemurah-hatian. Oleh sebab itu jika ada orang Kristen yang pelit, egois maka kekristenannya perlu dipertanyakan.
Saudaraku, perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah/miskin, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Jadi jika kita memperhatikan orang-orang susah, maka Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya. Dalam kitab Matius dikatakan “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan”. Kemurahan apa yang akan kita peroleh dari Tuhan adalah :
1. Diluputkan dari masa kesesakan (Mazmur 41:2).
Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
2. Akan di pelihara oleh Tuhan (Mazmur 41:3).
Kita akan mengalami berkat pemeliharaan. Ishak adalah contoh orang yang mengalami berkat pemeliharaan Tuhan. Ia menabur pada musim panceklik dan ia menuai seratus kali lipat. Sehingga ia menjadi kaya dan bertambah kaya. Bukankah itu pemeliharaan Tuhan?
3. Hidup Bahagia (Mazmur 41:3).
Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
4. Perlindungan (Mazmur 41:3).
Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
dengan memperhatikan sesama. Memberi lebih mulia dari menerima. Tapi yang terpenting yang harus kita lakuakan adalah kita menyalurkan berkat dengan hati yang tulus dan tidak mengharapkan imbalan. Jadilah saluran berkat, karena kita diberkati untuk memberkati. Amin
Oleh:
Angga Purnawira
GKJW JEMAAT SURABAYA
Silahkan Pilih Yang Mana
LUKAS 6 : 36 – 38
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
1. Menyelidiki dan Memeriksa diri sendiri
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Kita suatu saat perlu mengkoreksi diri kita, apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak???.
Beberapa tahun yang lalu sahabat saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas sahabat saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.
Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.
Hal tersebut perlu juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.
Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Sahabat saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.
Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu warga gereja. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap orang lian. Sekali lagi yang sahabat saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan orang lain dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain yang berdampak akan menjadi budaya Gossip. Perlu kita ketahui bahwa mengkritik yang negatif akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Antar jemaat akan timbul saling gontok gontokan.
Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.
Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun kita sama – sama berharga di mata Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi bukan kita. Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.
Berkat bagi orang yang murah hati
Diberkatilah orang yang memperhatikan dan peduli orang lain, Tuhan akan meluputkan dia pada masa-masa yang sukar. Itulah kira-kira pengertian dari ayat diatas. Melalui Firman hari ini Tuhan mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama. Tuhan tidak ingin kita egois, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari kasih. Kasih mempunyai arti memberi atau berkorban. Tuhan Yesus mengasihi kita, salah satu wujud kasih Tuhan adalah Dia memberikan nyawaNya bagi kita di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati karena dosa.
Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih itu benar-benar di praktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka benar-benar satu di dalam Kristus. Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya. Mereka saling berbagi, yang mempunyai membagikan apa yang dipunyainya kepada mereka yang tidak punya. Dari sekian ribu orang jemaat mula-mula hanya satu keluarga saja yang memiliki roh ketamakan yaitu Ananias dan istrinya dimana akhirnya mereka mati oleh karena ketamakannya.
Jemaat antiokhia terkenal dengan kebaikan hatinya. Mereka suka mengumpulkan uang dan mengirimkan ke jemaat-jemaat lain yang membutuhkan bantuan, maka tidaklah mengherankan jikalau julukan “Kristen” pertama sekali diberikan kepada mereka oleh orang sekitarnya (lihat Kisah para rasul 11:26). Jadi jelaslah bahwa kata Kristen berkaitan erat dengan kebaikan dan kemurah-hatian. Oleh sebab itu jika ada orang Kristen yang pelit, egois maka kekristenannya perlu dipertanyakan.
Saudaraku, perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah/miskin, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Jadi jika kita memperhatikan orang-orang susah, maka Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya. Dalam kitab Matius dikatakan “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan”. Kemurahan apa yang akan kita peroleh dari Tuhan adalah :
1. Diluputkan dari masa kesesakan (Mazmur 41:2).
Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
2. Akan di pelihara oleh Tuhan (Mazmur 41:3).
Kita akan mengalami berkat pemeliharaan. Ishak adalah contoh orang yang mengalami berkat pemeliharaan Tuhan. Ia menabur pada musim panceklik dan ia menuai seratus kali lipat. Sehingga ia menjadi kaya dan bertambah kaya. Bukankah itu pemeliharaan Tuhan?
3. Hidup Bahagia (Mazmur 41:3).
Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
4. Perlindungan (Mazmur 41:3).
Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
dengan memperhatikan sesama. Memberi lebih mulia dari menerima. Tapi yang terpenting yang harus kita lakuakan adalah kita menyalurkan berkat dengan hati yang tulus dan tidak mengharapkan imbalan. Jadilah saluran berkat, karena kita diberkati untuk memberkati. Amin
Oleh:
Angga Purnawira
Hati Seorang Pelayan
Renungan
GKJW Jemaat Surabaya
Tema :
Hati Seorang Pelayan
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Hati merupakan pengendali diri manusia, manakala hatinya baik, maka ia bisa mengendalikan dirinya kepada hal-hal yang baik, dan menahan untuk berbuat kemungkaran. Namun banyak pula manusia yang kehidupannya tidak terkendali, ia tergelincir kepada lembah kehinaan, karena hatinya telah tertutup, tidak bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk
Hati adalah elemen terpenting dalam diri manusia, karena dengan hati ini,
manusia dilebihkan oleh Allah dari makhluk yang lainnya.
Betapa hati sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, apa lagi kita sebagai pelayan gereja, Allah berfirman dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Arti Hati yang rusak
Manusia yang memiliki tipe hati seperti ini, ia tidak dapat lagi melihat mana yang benar dan mana yang salah. Telinganya tuli, matanya sudah dibutakan dan semua panca indranya sudah tidak berfungsi lagi karena hatinya tidak dapat menunjukkan tugas masing-masing indranya.
Ia laksana mayat hidup yang hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Nasehat-nasehat sudah tidak bisa didengarnya, pelajaran-pelajaran / didikan sudah tidak dapat ia cerna untuk dilaksanakan, apalagi berusaha memperbaiki diri sendiri, itulah tipe-tipe orang yang mengingkari kekuasaan Allah. Ia sudah tidak bisa mengenali siapa dirinya dan dari mana asalnya, mau kemana ia kembali.
Senantiasa kehidupannya dihiasai hal-hal kejahiliahan, perasaannya tidak tenang manakala tidak melanggar aturan Allah, ia menganggap segala perbuatannya tidak ada yang mengawasi sehingga bebas berbuat semaunya. Tak terpikirkan apakah perbuatannya itu akan merugikan atau menyakiti hati orang lain atau tidak.
Hati yang berpenyakit
Banyak manusia yang berkecimpung dalam kegiatan gereja namun dalam kesehariannya ia tidak mencerminkan sebagaimana aktivitasnya. Ia sibuk kegiatan dan aktivitas gereja hanya sebatas konseptual bahkan kehidupannya jauh dari realitas Kristiani sebagaimana yang harus dilakukan.
Kenapa hal ini terjadi?
Semua itu tak lepas dari peranan hati.
Hal-hal seperti ini tidak mungkin menimpa orang-orang yang hatinya melekat pada Firman Tuhan. Hati yang berpenyakit terjadi karena kesibukannya mengkritik dan menilai orang lain sehingga ia melupakan dirinya sendiri, seharusnya ia memberi contoh yang baik tetapi yang terjadi memberikan contoh yang kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.
Ia merasa sudah banyak berbuat kebaikan dan merasa berjasa terhadap perkembangan gereja dan sekelilingnya. Sering menganggap remeh orang lain dan cenderung berbuat seenaknya sendiri. Merasa lebih tinggi dari orang lain. Sering menggap dirinya lebih senior dan lebih punya pengalaman sehingga ia tidak mau melihat dan memperhatikan masukan dari orang lain.
Hal ini sudah cukup membuktikan seseorang yang berpenyakit dalam hatinya.
Manakala tidak segera bertobat kepada Tuhan, maka hatinya akan secara perlahan menjadi hati yang rusak dan mati.
Ciri-ciri orang yang hatinya berpenyakit
Suka menganggap enteng terhadap dosa, ia menganggap dosa itu bagaikan debu yang menempel di dahinya yang sewaktu-waktu dapat dengan mudah ia bersihkan. Dalam melakukan pelayanan hatinya tidak tulus untuk melayani Tuhan, tapi ingin selalu dilihat orang dan agar orang lain menganggap dirinya paling senior dan paling handal dibandingkan orang lain, apalagi dengan orang yang baru datang dan berkecimpung didalam pelayanan tersebut.
Hati yang lurus dan bersih
Seseorang akan terarah hidupnya manakala hatinya tenang, dalam arti ia selalu mengingat akan kebesaran dan Kasih Allah. Hatinya selalu ingat kepada kasih Allah di mana saja ia berada, tak peduli sedang susah ataupun bahagia.
Ada sebagian orang yang ketika ia sedang ditimpa musibah, ia ingat kepada Allah dan berkecimpung dalam segalam macam kegiatan kerohanian. Orang yang hatinya lurus dan bersih, kapan saja dan di mana saja ia selalu ingat dan butuh akan bantuan Allah.
Dan hanya orang yang hatinya lurus yang akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan sepanjang hidupnya. walaupun ketika di dunia ia termasuk orang yang kekurangan. Namun hal itu bukanlah merupakan sebuah penghalang seorang yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah. Serta ia menyadari bahwa kemampuan yang ia miliki adalah berasal dari Tuhan yang diberikan kepadanya untuk dibagikan kepada orang lain agar menjadi berkat.
Ciri-ciri orang yang hatinya lurus
Selalu mengharapkan kasih sayang dari Allah.
Bahkan ia rela dibenci oleh semua makhluk di dunia ini demi mencapai kasih sayang Allah padanya.
Hanya dengan kasih sayang Allah lah kita mampu hidup seseuai dengan kehendakNya
Saudara yang terkasih. Diantara beberapa ciri hati manusia tadi. Termasuk dimanakah kita? Apapun ciri hati kita itulah yang akan menjadi menjadi sumber dalam keseharian kita. Itulah yang akan berlangsung dalam hidup kita. Tuhan Yesus juga berkata dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Maka kita manusid diminta untuk menjaga hati kita agar hati kita senantiasa memancarkan sumber kasih Tuhan dimanapun kita berada dan kita berkarya.
Memang Hati manusia sangat susah untuk ditebak, ada kalanya ia menangis ketika bibir sedang menungging senyuman, ada kalanya ia tersenyum ketika air mata membasahi pipi. Tapi Hati Manusia bisa dibedakan. Hati manusia dapat dibedakan melalui kejernihan dan kesuciannya.
Hati Manusia itu bagaikan segelas air, air yang jernih atau air yang keruh
Manusia yang berhati jernih sejernih air terjun di pegunungan tertinggi di dunia, akan selalu terjaga dari segala kekhilafan. Karena apabila ada sedikit saja noda yang masuk dalam hatinya dia akan langsung merasakan dengan jelas bahwa ada sesuatu yang salah, sejelas melihat setetes air kopi yang masuk ke dalam segelas air yang jernih. Tetapi apabila ia tidak cepat - cepat membersihkannya dan terus membiarkan noda itu maka noda itu akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya noda - noda yang terus masuk, maka tidak lama kemudia ia akan menjadi hati yang kedua yaitu hati yang keruh, sekeruh air kopi hitam di pagi hari.
Hati yang begini sangat berbahaya, karena apapun yang dilakukan tidak akan mempunyai efek pada hatinya, entah ia melakukan kebaikan sehingga hatinya menjadi lebih bersih tapi hal itu tidak ada artinya karena kekeruhannya mengalahkan, entah ia melakukan keburukan sehingga hatinya menjadi lbih keruh tapi hal itu tidak akan membawa penyesalan karena kekruhan hatinya menganggap hal itu adalah hal yang biasa dan pelayanan yang ia kerjakan tidak akan menjadi berkat bagi orang lain.
2 hati ini adalah gambaran hati semua manusia, silahkan pilih dan hadapi keputusanmu
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk membentuk diri kita
menjadi pelayan musik yang mencerminkan karya Allah dalam hidup kita, sehingga akan tercermin sesosok jiwa yang dapat menjadi panutan bagi sesamanya dan dikasihi oleh Allah, dihiasi dengan perilaku yang baik dan hati yang lembut .
Mudah-mudahan kita semua dikumpulkan ke dalam golongan orang-orang yang hatinya lurus dan bersih serta dimasukkan ke dalam pelayan – pelayan yang berada dalam dekapan kasih Tuhan. Amin.
oleh :
Angga Purnawira
GKJW Jemaat Surabaya
Tema :
Hati Seorang Pelayan
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Hati merupakan pengendali diri manusia, manakala hatinya baik, maka ia bisa mengendalikan dirinya kepada hal-hal yang baik, dan menahan untuk berbuat kemungkaran. Namun banyak pula manusia yang kehidupannya tidak terkendali, ia tergelincir kepada lembah kehinaan, karena hatinya telah tertutup, tidak bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk
Hati adalah elemen terpenting dalam diri manusia, karena dengan hati ini,
manusia dilebihkan oleh Allah dari makhluk yang lainnya.
Betapa hati sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, apa lagi kita sebagai pelayan gereja, Allah berfirman dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Arti Hati yang rusak
Manusia yang memiliki tipe hati seperti ini, ia tidak dapat lagi melihat mana yang benar dan mana yang salah. Telinganya tuli, matanya sudah dibutakan dan semua panca indranya sudah tidak berfungsi lagi karena hatinya tidak dapat menunjukkan tugas masing-masing indranya.
Ia laksana mayat hidup yang hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Nasehat-nasehat sudah tidak bisa didengarnya, pelajaran-pelajaran / didikan sudah tidak dapat ia cerna untuk dilaksanakan, apalagi berusaha memperbaiki diri sendiri, itulah tipe-tipe orang yang mengingkari kekuasaan Allah. Ia sudah tidak bisa mengenali siapa dirinya dan dari mana asalnya, mau kemana ia kembali.
Senantiasa kehidupannya dihiasai hal-hal kejahiliahan, perasaannya tidak tenang manakala tidak melanggar aturan Allah, ia menganggap segala perbuatannya tidak ada yang mengawasi sehingga bebas berbuat semaunya. Tak terpikirkan apakah perbuatannya itu akan merugikan atau menyakiti hati orang lain atau tidak.
Hati yang berpenyakit
Banyak manusia yang berkecimpung dalam kegiatan gereja namun dalam kesehariannya ia tidak mencerminkan sebagaimana aktivitasnya. Ia sibuk kegiatan dan aktivitas gereja hanya sebatas konseptual bahkan kehidupannya jauh dari realitas Kristiani sebagaimana yang harus dilakukan.
Kenapa hal ini terjadi?
Semua itu tak lepas dari peranan hati.
Hal-hal seperti ini tidak mungkin menimpa orang-orang yang hatinya melekat pada Firman Tuhan. Hati yang berpenyakit terjadi karena kesibukannya mengkritik dan menilai orang lain sehingga ia melupakan dirinya sendiri, seharusnya ia memberi contoh yang baik tetapi yang terjadi memberikan contoh yang kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.
Ia merasa sudah banyak berbuat kebaikan dan merasa berjasa terhadap perkembangan gereja dan sekelilingnya. Sering menganggap remeh orang lain dan cenderung berbuat seenaknya sendiri. Merasa lebih tinggi dari orang lain. Sering menggap dirinya lebih senior dan lebih punya pengalaman sehingga ia tidak mau melihat dan memperhatikan masukan dari orang lain.
Hal ini sudah cukup membuktikan seseorang yang berpenyakit dalam hatinya.
Manakala tidak segera bertobat kepada Tuhan, maka hatinya akan secara perlahan menjadi hati yang rusak dan mati.
Ciri-ciri orang yang hatinya berpenyakit
Suka menganggap enteng terhadap dosa, ia menganggap dosa itu bagaikan debu yang menempel di dahinya yang sewaktu-waktu dapat dengan mudah ia bersihkan. Dalam melakukan pelayanan hatinya tidak tulus untuk melayani Tuhan, tapi ingin selalu dilihat orang dan agar orang lain menganggap dirinya paling senior dan paling handal dibandingkan orang lain, apalagi dengan orang yang baru datang dan berkecimpung didalam pelayanan tersebut.
Hati yang lurus dan bersih
Seseorang akan terarah hidupnya manakala hatinya tenang, dalam arti ia selalu mengingat akan kebesaran dan Kasih Allah. Hatinya selalu ingat kepada kasih Allah di mana saja ia berada, tak peduli sedang susah ataupun bahagia.
Ada sebagian orang yang ketika ia sedang ditimpa musibah, ia ingat kepada Allah dan berkecimpung dalam segalam macam kegiatan kerohanian. Orang yang hatinya lurus dan bersih, kapan saja dan di mana saja ia selalu ingat dan butuh akan bantuan Allah.
Dan hanya orang yang hatinya lurus yang akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan sepanjang hidupnya. walaupun ketika di dunia ia termasuk orang yang kekurangan. Namun hal itu bukanlah merupakan sebuah penghalang seorang yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah. Serta ia menyadari bahwa kemampuan yang ia miliki adalah berasal dari Tuhan yang diberikan kepadanya untuk dibagikan kepada orang lain agar menjadi berkat.
Ciri-ciri orang yang hatinya lurus
Selalu mengharapkan kasih sayang dari Allah.
Bahkan ia rela dibenci oleh semua makhluk di dunia ini demi mencapai kasih sayang Allah padanya.
Hanya dengan kasih sayang Allah lah kita mampu hidup seseuai dengan kehendakNya
Saudara yang terkasih. Diantara beberapa ciri hati manusia tadi. Termasuk dimanakah kita? Apapun ciri hati kita itulah yang akan menjadi menjadi sumber dalam keseharian kita. Itulah yang akan berlangsung dalam hidup kita. Tuhan Yesus juga berkata dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Maka kita manusid diminta untuk menjaga hati kita agar hati kita senantiasa memancarkan sumber kasih Tuhan dimanapun kita berada dan kita berkarya.
Memang Hati manusia sangat susah untuk ditebak, ada kalanya ia menangis ketika bibir sedang menungging senyuman, ada kalanya ia tersenyum ketika air mata membasahi pipi. Tapi Hati Manusia bisa dibedakan. Hati manusia dapat dibedakan melalui kejernihan dan kesuciannya.
Hati Manusia itu bagaikan segelas air, air yang jernih atau air yang keruh
Manusia yang berhati jernih sejernih air terjun di pegunungan tertinggi di dunia, akan selalu terjaga dari segala kekhilafan. Karena apabila ada sedikit saja noda yang masuk dalam hatinya dia akan langsung merasakan dengan jelas bahwa ada sesuatu yang salah, sejelas melihat setetes air kopi yang masuk ke dalam segelas air yang jernih. Tetapi apabila ia tidak cepat - cepat membersihkannya dan terus membiarkan noda itu maka noda itu akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya noda - noda yang terus masuk, maka tidak lama kemudia ia akan menjadi hati yang kedua yaitu hati yang keruh, sekeruh air kopi hitam di pagi hari.
Hati yang begini sangat berbahaya, karena apapun yang dilakukan tidak akan mempunyai efek pada hatinya, entah ia melakukan kebaikan sehingga hatinya menjadi lebih bersih tapi hal itu tidak ada artinya karena kekeruhannya mengalahkan, entah ia melakukan keburukan sehingga hatinya menjadi lbih keruh tapi hal itu tidak akan membawa penyesalan karena kekruhan hatinya menganggap hal itu adalah hal yang biasa dan pelayanan yang ia kerjakan tidak akan menjadi berkat bagi orang lain.
2 hati ini adalah gambaran hati semua manusia, silahkan pilih dan hadapi keputusanmu
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk membentuk diri kita
menjadi pelayan musik yang mencerminkan karya Allah dalam hidup kita, sehingga akan tercermin sesosok jiwa yang dapat menjadi panutan bagi sesamanya dan dikasihi oleh Allah, dihiasi dengan perilaku yang baik dan hati yang lembut .
Mudah-mudahan kita semua dikumpulkan ke dalam golongan orang-orang yang hatinya lurus dan bersih serta dimasukkan ke dalam pelayan – pelayan yang berada dalam dekapan kasih Tuhan. Amin.
oleh :
Angga Purnawira
Minggu, 03 Oktober 2010
Belajar Menentukan Tujuan Hidup
Kita semua dalam menjalani hidup pasti memimpikan sukses dalam hidup kita. Dan setiap oramg sukses adalah tujuan utama dalam hidup. Bisa jadi dalam karier. Dan langkah pertama meraih sukses adalah menetapkan tujuan yang jelas. Banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya. Jika Kita termasuk yang seperti ini, berikut beberapa tips yang akan dapat membantu Kita untuk menemukan dari mana harus memulai merancang tujuan.
Pertama : Mulai Dengan Bermimpi dan Menuliskan Impian Kita
Yang pertama, jika Kita ingin merancang tujuan, Kita mesti meluangkan waktu untuk membangun impian. Jika Kita tak punya impian, akan sulit untuk menentukan tujuan dalam hidup Kita. Sayangnya, kebanyakan orang jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Kita inginkan, Kita ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Kita miliki. Begitu Kita menemukan impian Kita, selanjutnya tuliskan semuanya dalam kertas.
Kedua : Tanya 'Kenapa?'
Setelah Kita menuliskan semua impian Kita, baca sekali lagi apa yang telah Kita tulis. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap impian dan tanyakan 'kenapa Kita mengimpikannya?'. Kenapa impian ini penting buat Kita? Jika Kita tak dapat menjawabnya dalam beberapa kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar Kita impikan, dan akhirnya harus Kita coret dari daftar.
Ketiga : Benarkan Ini Tujuan Kita?
Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin Kita capai adalah tujuan Kita atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika ternyata impian dan tujuan itu bukan yang Kita inginkan, coret saja dari daftar.
Keempat : Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan Kita
Setelah Kita membuat daftar yang benar tentang impian Kita, lihat kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam hidup Kita. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Kita lebih bahagia daripada sekarang? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan Kita dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan Kita secara positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Kita, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika Kita menemukan pencapaian Kita akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan Kita, sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini.
Kelima : Kategorikan Impian Kita
Sekarang persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan hanya keinginan atau angan-angan Kita. Pada titik ini Kita perlu mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari seberapa lama waktu yang Kita butuhkan untuk mencapainya. Kita akan memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat, Kita harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih tujuan itu dalam kehidupan Kita.
Keenam : Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya
Setelah Kita membangun tujuan Kita, kini Kita perlu membuat rencana bagaimana akan mencapainya. Kita harus selalu berusaha mewujudkan tujuan Kita, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai bagian rencana Kita dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu Kita mencapai tujuan, dan saat Kita sudah mencapainya beri tanda dalam grafik tersebut.
Ketujuh : Sertakan Tuhan Yesus dalam setiap perencanaan
Sertakanlah Tuhan Yesus dalam setiap kita akan melalukan sesuai, termasuk dalam menentukan tujuan hidup kita. Karena dalam Tuhan terdapat pengharapan. Karena di dalam Yesus terdapat jawaban semua yang kita perlukan. Dan janganlah lupa untuk membawa apa yang kita rencanakan dalam doa agar semakin mantap dalam kita membuat sebuah tujuan hidup, agar kita tidak salah langkah dalam menentukan tujuan hidup. Yakin dan percayalah bahwa di dalam Yesus ada pengharapan dan ada jawaban atas semua yang kita harapkan termasuk tujuan hidup kita.
Yang tertulis di atas hanya sebuah tips. Namun semuanya, kembali pada hidup kita masing – masing. Dan yang diperlukan dalam semuanya adalah sebuah kemauan dan niat untuk melakukannya. Selamat Mencoba dan Yakinlah sukses pasti kita raih dalam nama Tuhan Yesus. Amin
Penulis
Cak Angga P Wira
Pertama : Mulai Dengan Bermimpi dan Menuliskan Impian Kita
Yang pertama, jika Kita ingin merancang tujuan, Kita mesti meluangkan waktu untuk membangun impian. Jika Kita tak punya impian, akan sulit untuk menentukan tujuan dalam hidup Kita. Sayangnya, kebanyakan orang jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Kita inginkan, Kita ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Kita miliki. Begitu Kita menemukan impian Kita, selanjutnya tuliskan semuanya dalam kertas.
Kedua : Tanya 'Kenapa?'
Setelah Kita menuliskan semua impian Kita, baca sekali lagi apa yang telah Kita tulis. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap impian dan tanyakan 'kenapa Kita mengimpikannya?'. Kenapa impian ini penting buat Kita? Jika Kita tak dapat menjawabnya dalam beberapa kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar Kita impikan, dan akhirnya harus Kita coret dari daftar.
Ketiga : Benarkan Ini Tujuan Kita?
Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin Kita capai adalah tujuan Kita atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika ternyata impian dan tujuan itu bukan yang Kita inginkan, coret saja dari daftar.
Keempat : Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan Kita
Setelah Kita membuat daftar yang benar tentang impian Kita, lihat kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam hidup Kita. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Kita lebih bahagia daripada sekarang? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan Kita dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan Kita secara positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Kita, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika Kita menemukan pencapaian Kita akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan Kita, sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini.
Kelima : Kategorikan Impian Kita
Sekarang persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan hanya keinginan atau angan-angan Kita. Pada titik ini Kita perlu mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari seberapa lama waktu yang Kita butuhkan untuk mencapainya. Kita akan memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat, Kita harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih tujuan itu dalam kehidupan Kita.
Keenam : Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya
Setelah Kita membangun tujuan Kita, kini Kita perlu membuat rencana bagaimana akan mencapainya. Kita harus selalu berusaha mewujudkan tujuan Kita, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai bagian rencana Kita dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu Kita mencapai tujuan, dan saat Kita sudah mencapainya beri tanda dalam grafik tersebut.
Ketujuh : Sertakan Tuhan Yesus dalam setiap perencanaan
Sertakanlah Tuhan Yesus dalam setiap kita akan melalukan sesuai, termasuk dalam menentukan tujuan hidup kita. Karena dalam Tuhan terdapat pengharapan. Karena di dalam Yesus terdapat jawaban semua yang kita perlukan. Dan janganlah lupa untuk membawa apa yang kita rencanakan dalam doa agar semakin mantap dalam kita membuat sebuah tujuan hidup, agar kita tidak salah langkah dalam menentukan tujuan hidup. Yakin dan percayalah bahwa di dalam Yesus ada pengharapan dan ada jawaban atas semua yang kita harapkan termasuk tujuan hidup kita.
Yang tertulis di atas hanya sebuah tips. Namun semuanya, kembali pada hidup kita masing – masing. Dan yang diperlukan dalam semuanya adalah sebuah kemauan dan niat untuk melakukannya. Selamat Mencoba dan Yakinlah sukses pasti kita raih dalam nama Tuhan Yesus. Amin
Penulis
Cak Angga P Wira
Puisi2
Hanya Cinta dan Doa
Yang Bisa Satukan Keluarga
Aku pikir tak ada selain kata cinta
Yang diperlukan dalam keluarga
Cinta adalah tulus dari dalam hati
Dengan cinta jangan ada lagi kedustaan
Dengan cinta adanya sebuah kedamaian yang indah
Dengan cinta yang tulus aka nada sebuah kejujuran
Karena …..
Hanya cinta yang bisa menghapuskan dendam
Karena…..
Hanya kasih sayang tulus yang mampu menyentuh hati yang paling dalam
Karena …..
Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus yang mampu yang mampu menembus ruang dan waktu
Demikian dengan doa
Dengan doa kita mampu berharap
Dengan doa kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan
Dengan doa kita mampu mendamaikan suasana
Karena keluarga
Adalah sebuah anugerah dari Tuhan
Yang luar biasa indahnya
Hanya cinta dan Doalah
Yang mampu membuat keluarga tetap satu
Hanya cinta dan doalah
Yang mampu membuat kita untuk bisa saling memahami
Sehingga keluarga menjadi lebih bahagia
Selamat mencintai keluarga kita
Tuhan memberkati
Amin
Doa Seorang Anak
Tuhan, aku bersyukur
Karena Engkau berikan aku sebuah keluarga,
Keluarga yang sangat bahagia.
Keluarga yang selalu Engkau berkati
Terima kasih Tuhan
Engkau selalu menjaga keluargaku.
Engkau telah memberikan
Aku ayah yang selalu baik dan perhatian untukku
Engkau telah memberikan aku ibu
Yang kasih dan cintanya tak pernah habis untuk
Aku dan anak- anaknya
Tuhan berkati kedua orang tuaku
Agar selalu baik padaku dan tetap mencintai kami
Anak – anaknya.
Tuhan aku juga bersyukur
Karena Engkau berikan aku
Saudara – saudara yang baik hati
Saudara yang mau saling menghargai
Dan saling mengasihi
Tuhan, aku berdoa
Bagi keluargaku
Agara keluargaku selalu
Berada dalam kasih dan NaunganMu
Tuhan, janganlah pernah berhenti
Untuk selalu menyinari keluarga kami
Agar keluarga kami bisa menjadi berkat
Bagi keluarga – keluarga yang lain
Terima kasih Tuhan
Inilah doaku
Doa seorang anak untuk keluargaku
Tercinta. Amin
Karya :
Cak Angga P Wira
Yang Bisa Satukan Keluarga
Aku pikir tak ada selain kata cinta
Yang diperlukan dalam keluarga
Cinta adalah tulus dari dalam hati
Dengan cinta jangan ada lagi kedustaan
Dengan cinta adanya sebuah kedamaian yang indah
Dengan cinta yang tulus aka nada sebuah kejujuran
Karena …..
Hanya cinta yang bisa menghapuskan dendam
Karena…..
Hanya kasih sayang tulus yang mampu menyentuh hati yang paling dalam
Karena …..
Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus yang mampu yang mampu menembus ruang dan waktu
Demikian dengan doa
Dengan doa kita mampu berharap
Dengan doa kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan
Dengan doa kita mampu mendamaikan suasana
Karena keluarga
Adalah sebuah anugerah dari Tuhan
Yang luar biasa indahnya
Hanya cinta dan Doalah
Yang mampu membuat keluarga tetap satu
Hanya cinta dan doalah
Yang mampu membuat kita untuk bisa saling memahami
Sehingga keluarga menjadi lebih bahagia
Selamat mencintai keluarga kita
Tuhan memberkati
Amin
Doa Seorang Anak
Tuhan, aku bersyukur
Karena Engkau berikan aku sebuah keluarga,
Keluarga yang sangat bahagia.
Keluarga yang selalu Engkau berkati
Terima kasih Tuhan
Engkau selalu menjaga keluargaku.
Engkau telah memberikan
Aku ayah yang selalu baik dan perhatian untukku
Engkau telah memberikan aku ibu
Yang kasih dan cintanya tak pernah habis untuk
Aku dan anak- anaknya
Tuhan berkati kedua orang tuaku
Agar selalu baik padaku dan tetap mencintai kami
Anak – anaknya.
Tuhan aku juga bersyukur
Karena Engkau berikan aku
Saudara – saudara yang baik hati
Saudara yang mau saling menghargai
Dan saling mengasihi
Tuhan, aku berdoa
Bagi keluargaku
Agara keluargaku selalu
Berada dalam kasih dan NaunganMu
Tuhan, janganlah pernah berhenti
Untuk selalu menyinari keluarga kami
Agar keluarga kami bisa menjadi berkat
Bagi keluarga – keluarga yang lain
Terima kasih Tuhan
Inilah doaku
Doa seorang anak untuk keluargaku
Tercinta. Amin
Karya :
Cak Angga P Wira
Jumat, 01 Oktober 2010
Wira CAN do
Wira Can Do
First I would like to express gratitude to the Lord Jesus Christ. From the topic "Be Proactive" I learned a lot would improve my personal. I know life is not easy, but I have to get up and spirit and should not be surrendered.
In the past I was very shy when I have to perform in front of people. But I am grateful to so many people around me - people who support me. At first when junior high, there is one of my spiritual brother named Surya, he supported me to dare to appear in front of others, began with learning to read poetry time of the event week Christmas and Easter school and in church worship.
Finally I started to learn to improve myself. Indeed, I realized that I myself used to be a nobody. Maybe I am like a grain of sand that is of no value and may only be trampled people. Once when I was with my family to see the residence of the Mayor and the State Palace is a place that never may I stepped foot there. It is also possible for most people it is just a dream the impossible so real. How can I get there while people who can’t anything at that time? Lesson junior and senior high school when no one boasts. The values of my lesson that time everything was just right.
When junior high I was desperate, I was angry with God, why God is not fair to me? all my brothers were good in the academic field and be a pride for my parents. But the sector in the night I dream, a dream that I met someone wearing a shining white shirt and men said that I would have surplus and the excess is only my own and it more than anyone else. But these sayings are still remembered up to my high school class 2. I began to realize when graduating high school and my career started my new life.
But until now I am still learning. There was one incident in the habit of matter 1. In such materials is told there is a child who worked as a journalist. Once when I was a MC course, I was less confident and always wrong in making a news script for the radio. But I do not want to give up and I believe I can and eventually correct the course I got a very proud and the best value in class. Finally, my career as an MC more glorious and more and more bids for MC to get out of town and many artists management who offered to join and had a personal manager. And a proud for me is that I've presented a dance “Lenggang Surabaya” and “Remo” at the State Palace and the MC for the meeting 92 Mayor in Indonesia. Of all these events I learned that I must reach the spirit in what became my dream. Maybe what we think is unlikely, but for God all things can happen including those outside our thinking.
And that's the spirit that now I use in my life a new sheet in the school in UKDW. It is not easy, but if I was fighting and never give up I'm sure I get through it. I also believe because I have an incredible God all his work. God will never leave me alone. But if I am permitted by God to submit a special request, I want to meet with my spiritual brother. I want to thank him because thanks to him I could be present and Wira who have dreams and hopes. I hope this could be real because I now do not know where its existence.
This series of words that I can bunch and I pour in the journal this time, hopefully this story can give encouragement to me and who read it. Amen
First I would like to express gratitude to the Lord Jesus Christ. From the topic "Be Proactive" I learned a lot would improve my personal. I know life is not easy, but I have to get up and spirit and should not be surrendered.
In the past I was very shy when I have to perform in front of people. But I am grateful to so many people around me - people who support me. At first when junior high, there is one of my spiritual brother named Surya, he supported me to dare to appear in front of others, began with learning to read poetry time of the event week Christmas and Easter school and in church worship.
Finally I started to learn to improve myself. Indeed, I realized that I myself used to be a nobody. Maybe I am like a grain of sand that is of no value and may only be trampled people. Once when I was with my family to see the residence of the Mayor and the State Palace is a place that never may I stepped foot there. It is also possible for most people it is just a dream the impossible so real. How can I get there while people who can’t anything at that time? Lesson junior and senior high school when no one boasts. The values of my lesson that time everything was just right.
When junior high I was desperate, I was angry with God, why God is not fair to me? all my brothers were good in the academic field and be a pride for my parents. But the sector in the night I dream, a dream that I met someone wearing a shining white shirt and men said that I would have surplus and the excess is only my own and it more than anyone else. But these sayings are still remembered up to my high school class 2. I began to realize when graduating high school and my career started my new life.
But until now I am still learning. There was one incident in the habit of matter 1. In such materials is told there is a child who worked as a journalist. Once when I was a MC course, I was less confident and always wrong in making a news script for the radio. But I do not want to give up and I believe I can and eventually correct the course I got a very proud and the best value in class. Finally, my career as an MC more glorious and more and more bids for MC to get out of town and many artists management who offered to join and had a personal manager. And a proud for me is that I've presented a dance “Lenggang Surabaya” and “Remo” at the State Palace and the MC for the meeting 92 Mayor in Indonesia. Of all these events I learned that I must reach the spirit in what became my dream. Maybe what we think is unlikely, but for God all things can happen including those outside our thinking.
And that's the spirit that now I use in my life a new sheet in the school in UKDW. It is not easy, but if I was fighting and never give up I'm sure I get through it. I also believe because I have an incredible God all his work. God will never leave me alone. But if I am permitted by God to submit a special request, I want to meet with my spiritual brother. I want to thank him because thanks to him I could be present and Wira who have dreams and hopes. I hope this could be real because I now do not know where its existence.
This series of words that I can bunch and I pour in the journal this time, hopefully this story can give encouragement to me and who read it. Amen
My Personal Bank Account
My Personal Bank Account
earning from this topic, I got a lot of valuable things in my life to rearrange my life forward. First, I must make a commitment within myself. I try to start making a new by a bad influence around me. My purpose is other than to please God; I also wanted to please my father who had died a year ago. I am sure even though my dad was not there but I believe if my father saw me from a distance is still there. The second I try to do things - small things but it is very meaningful to many people. For example, I tried to say hello and send short messages via SMS with words - words that contain the Word of God, and during these responses friend - a friend of mine many positive. Third, I tried to keep their confidence and courage to admit who I am. Because for me, I'm the man that God created with what I have. Examples are given the ability to write my story, had been the announcer at a variety of media and I used to be a place of friends - friends confide in when I was in Surabaya. My first time was not confident because I still do not know who I am. But now I am very, very grateful. Then a fourth, I must be honest with myself. Indeed at this stage I am still learning and would also have fallen and failed but I'm still going to try and increasingly trying to be honest with myself.
After doing the five things above, I should do next is try to always look back on what is missing and what should I fix in my life, after that I can renew my life. When I have a problem with anyone I was trying not to be angry and emotional, but I prefer to be silent and reflect on every problem I faced. Then I studied the issue, because I'm sure there must be behind the problem of valuable lessons that I received for my personal. And if there was my behavior was wrong, I am trying to improve my attitude. I have always tried to make every where I was I could be required and can be friends well with anyone. And the last to develop me even more, I have to use every talent God gave me, I am thankful God gave me a lot of talent that I can use for all my activities. Some of the talents that God gave to me: I could write short stories, writing reflections, could be a presenter in any event. And given the opportunity to promote tourism and culture Surabaya in various cities in Indonesia and was also in China. But for me it was just a gift from God and the toll that must be used with as well - good and can be useful for everyone.
This is a piece of the story I can tell in this journal third. I am pleased to be able to share stories about me in this journal. Indeed I am not a perfect man, but through this journal I learned to reflect to myself and to learn to improve myself. So that someday I could become servants of the Lord is good and can be a light wherever I am. And hopefully my story can give inspiration to all who read it. Good criticism and advice I needed, so I better future. Thank you and God Bless. Amen
ANGGA PURNAWIRA
01102292
earning from this topic, I got a lot of valuable things in my life to rearrange my life forward. First, I must make a commitment within myself. I try to start making a new by a bad influence around me. My purpose is other than to please God; I also wanted to please my father who had died a year ago. I am sure even though my dad was not there but I believe if my father saw me from a distance is still there. The second I try to do things - small things but it is very meaningful to many people. For example, I tried to say hello and send short messages via SMS with words - words that contain the Word of God, and during these responses friend - a friend of mine many positive. Third, I tried to keep their confidence and courage to admit who I am. Because for me, I'm the man that God created with what I have. Examples are given the ability to write my story, had been the announcer at a variety of media and I used to be a place of friends - friends confide in when I was in Surabaya. My first time was not confident because I still do not know who I am. But now I am very, very grateful. Then a fourth, I must be honest with myself. Indeed at this stage I am still learning and would also have fallen and failed but I'm still going to try and increasingly trying to be honest with myself.
After doing the five things above, I should do next is try to always look back on what is missing and what should I fix in my life, after that I can renew my life. When I have a problem with anyone I was trying not to be angry and emotional, but I prefer to be silent and reflect on every problem I faced. Then I studied the issue, because I'm sure there must be behind the problem of valuable lessons that I received for my personal. And if there was my behavior was wrong, I am trying to improve my attitude. I have always tried to make every where I was I could be required and can be friends well with anyone. And the last to develop me even more, I have to use every talent God gave me, I am thankful God gave me a lot of talent that I can use for all my activities. Some of the talents that God gave to me: I could write short stories, writing reflections, could be a presenter in any event. And given the opportunity to promote tourism and culture Surabaya in various cities in Indonesia and was also in China. But for me it was just a gift from God and the toll that must be used with as well - good and can be useful for everyone.
This is a piece of the story I can tell in this journal third. I am pleased to be able to share stories about me in this journal. Indeed I am not a perfect man, but through this journal I learned to reflect to myself and to learn to improve myself. So that someday I could become servants of the Lord is good and can be a light wherever I am. And hopefully my story can give inspiration to all who read it. Good criticism and advice I needed, so I better future. Thank you and God Bless. Amen
ANGGA PURNAWIRA
01102292
IBADAH PA KELOMPOK 1 BLOK 5
IBADAH PA KELOMPOK 1 BLOK 5
Menjadi Keluarga Sebagai Garam dan Terang Dunia
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(MATIUS 5: 13-16)
Injil Matius adalah satu di antara empat Injil Perjanjian Baru (PB). Injil secara tradisi dicetak dalam urutan dengan Matius terlebih dulu, disusul dengan Markus, Lukas dan Yohanes. Injil ini termasuk Injil sinoptis.
Kitab Matius mempunyai amanat tentang Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Tuhan, ini dapat terlihat melalui contoh Doa Bapa Kami. Melalui Kerajaan Allah inilah Yesus Kristus akan memulihkan kondisi Bumi dan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, hal inilah yang akan menjadi kesaksian bagi semua bangsa, barulah akhir sistem dunia ini berakhir . Melalui Yesus itulah Tuhan menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalamPerjanjian Lama kepada umat-Nya. Sekalipun Yesus lahir dari orang Yahudi dan hidup sebagai orang Yahudi, namun Kabar Baik itu bukanlah hanya untuk bangsa Yahudi saja melainkan untuk seluruh dunia.
Penulis
Walaupun dokumen ini tidak mencantumkan nama penulisnya, namun kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M menyatakan bahwa injil ini ditulis oleh Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai (petugas pajak pada zaman itu) yang menjadi salah satu dari kedua belas rasulYesus.
Tujuan
Matius menulis Injil ini
1. untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
2. untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama, yang sudah lama dinantikan, dan
3. untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa:
1. hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis (yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi.
2. Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.
Ciri-ciri Injil Matius
Tujuh ciri utama menandai Injil ini:
1. Kitab ini merupakan Injil yang mencolok sifat ke-Yahudiannya.
2. Ajaran dan pelayanan Yesus di bidang penyembuhan dan pelepasan disajikan secara paling teratur. Karena hal ini, maka pada abad kedua gereja sudah mempergunakan Injil ini untuk membina orang yang baru bertobat.
3. Kelima ajaran utama berisi materi yang terluas di dalam keempat Injil yang mencatat pengajaran Yesus:
selama pelayanan-Nya di Galilea dan
mengenai hal-hal terakhir (eskatologi).
4. Injil ini secara khusus menyebutkan peristiwa dalam kehidupan Yesus sebagai penggenapan PL jauh lebih banyak daripada kitab lain di PB.
5. Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah disebutkan dua kali lebih banyak daripada kitab lain di PB.
6. Matius menekankan:
standar-standar kebenaran dari Kerajaan Allah (Mat 5-7)
kuasa kerajaan itu atas dosa, penyakit, setan-setan, dan bahkan kematian; dan
kejayaan kerajaan itu di masa depan dalam kemenangan yang mutlak pada akhir zaman.
7. Hanya Injil ini yang menyebutkan atau menubuatkan gereja sebagai suatu wadah yang menjadi milik Yesus di kemudian hari (Mat 16:18; Mat 18:17).
http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Matius
A. GARAM DUNIA
Jemaat yang kekasih dalam Yesus Kristus, saya terinspirasi untuk renungan ini dari refleksi bersama dan mudah-mudahan renungan ini kita dapat bersama-sama tidak hanya memahami secara intelektual, tetapi juga merasakan apa yang dimaksud Yesus dalam khotbahnya di bukit: "Kamu adalah garam dunia".
1. Kalau saya bayangkan situasi para pengikut Yesus yang mendengar khotbahnya pada waktu itu, saya yakin bahwa Yesus terutama ingin menguatkan pendengarnya. Bukan sebuah perintah: "Kamu harus menjadi garam dunia", tetapi: "Kamu ADALAH garam dunia". Garam pada waktu Yesus adalah sesuatu yang sangat penting dan bahkan yang sangat mahal. Garam pernah disebut "emas putih" karena menjadi alat pembayaran dalam perdagangan, dan dalam sejarah dunia bahkan ada perang yang pernah terjadi karena garam. Mungkin kita sudah lupa pentingnya garam itu, karena garam misalnya di pasar sentral cukup banyak dan murah. Tetapi saya tahu bahwa di Indonesia masih ada beberapa daerah yang masih ingat betapa penting dan berharga garam dalam kehidupan ekonomi dan sehari-hari masyarakat. Dan para ilmuwan tahu bahwa: tanpa garam tidak ada kehidupan, baik di laut maupun di darat.
"Kamu adalah garam dunia" - yang ingin dikatakan Yesus terutama adalah: Kamu sangatlah berharga. Kamu sangat penting. Kamu merasa bahwa sebutir garam itu tidak ada artinya dan tidak ada gunanya. Tetapi justru sebaliknya: di dalam butir ini tergandung salah satu sumber kehidupan. kita mungkin merasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita hanya sedikit, kita merasa sebagai minoritas yang tidak berdaya. Tetapi dalam kita ada sebuah kekuatan yang bisa dirasakan dan bahkan dapat merubah dunia ini. Tanpa kamu, dunia ini akan tawar.
Yesus menguatkan muridnya. Bukan untuk menjadi sombong. Bukan untuk merasa bahwa hanya mereka yang dapat menyelamatkan dunia, dan hanya mereka yang memberi sebuah rasa yang penting. Masih banyak rempah yang lain di dunia ini yang juga sangat dibutuhkan. Namun identitas kami adalah menjadi garam dunia. Bukan dari kekuatan diri kita sendiri, bukan karena usaha dan jasa kita sendiri, namun karena kekuatan dan rasa yang diberikan kepada kita oleh Allah sendiri. Kita mungkin kecil seperti sebutir garam. Namun bersama-sama dengan butir-butir garam lain, kita dapat menjadi garam dunia, dan bukan kwantitas garam itu yang menjadi penting, tetapi kwalitas dari pelayanan kita sebagai garam dunia.
2. Ini membawa kita ke aspek kedua dari firman Yesus ini. Garam hanya ada gunanya jika dipakai! Pada waktu Yesus, garam jarang terdapat dalam bentuk yang murni, tetapi ada campuran dengan semacam kapur, yang membuat garam itu cepat rusak dan tawar kalau disimpan terlalu lama. Dan di dapur kami pun, kalau garamnya sudah terlalu lama, sudah menjadi basah atau keras dan tidak enak lagi dipakai. Garam, kalau disimpan, sama saja dengan dibuang dan diinjak orang! Garam haraus keluar dari tempat garam, harus dipakai untuk fungsinya, kalau tidak, untuk apa garam itu?
3. Untuk memahami aspek ketiga saya persiapkan sebuah eksperimen kemia yang singkat:
Kadang-kadang, sebagai orang Kristen, kita takut untuk bergaul dengan lingkungan kita, untuk berinteraksi dengan budaya setempat, dengan agam-agama lain, untuk terlibat dalam masalah-masalah duniawi, karena kita takut untuk kehilangan indentitas kita.
Dan memang dari garam ini kita belajar bahwa yang dituntut dari kita adalah mengorbankan sesuatu. Kita harus berani untuk mengorbankan diri kita sendiri, harus berani ditransformasikan dalam konteks di mana kita berada. Hanya kalau kita siap untuk ditransformasikan, kita akan juga mampu untuk mentransformasikan konteks kita dan dunia ini. Gereja harus berani untuk melayani tanpa mengutamakan kepentingannya sendiri. Yang penting pada akhirnya bukan garamnya, namun apakah dunia ini sudah mendapat rasa yang enak oleh garam yang sudah lalut di dalamnya!
Apakah dalam proses ini kita akan kehilangan identitas kita? Apakah berdialog dan bekerja sama dengan orang beragama lain, terlibat dalam pergumulan-pergumulan duniawi dan berinteraksi dengan budaya-budaya berarti kita akan kehilangan kekristenan kita? Sebaliknya! Seperti garam yang larut, namun tetap eksis meskipun dalam bentuk yang ditransformasikan, dan tetap menjadi asin, demikian juga kita sebagai orang Kristen. Bahkan, saya yakin, bahwa dalam proses transformasi ini kita baru akan menemukan identitas kita yang sebenarnya. Inilah kontradiksi eksistensi kekristenan: jika kita hanya ingin mempertahankan diri kita sendiri, kita akan kehilangan identitas kita. Jika kita berani untuk mengambil risiko pengorbanan dan perubahan, kita akan menemukan identitas kita yang sebenarnya dan kehidupan yang kekal.
http://www.oaseonline.org/artikel/garam.htm
B. TERANG DUNIA
KISAH 4 BUAH LILIN
Alkisah disebuah rumah yang dihuni seorang kakek terdapat empat buah lilin. yang disimpan didalam gudang. Pada satu waktu rumah kakek tersebut mati lampu dan dengan segera kakek tersebut ingat bahwa dia mempunyai persediaan lilin yang dapat digunakan, lalu kakek tersebut berjalan ke gudang tersebut untuk mengambil lilin lilin tersebut. Pada saat dia menyalakan lilin yang pertama dan dengan maksud hendak membawa lilin tersebut keruangan di depan, tiba - tiba dia mendengar sebuah suara berkata "Jangan ..jangan keluar.." Kakek tersebut bingung lalu berkata "Siapa itu ? siapa yang berbicara " suara itu menjawab "saya"..kakek tersebut berusaha mencari asal suara itu dan ternyata lilin tersebut yang berbicara dan di terkejut dengan hal tersebut, ketika ditatapnya lilin tersebut. Dilihatnya pada lilin tersebut terdapat sebuah wajah lalu ia berkata "ada, apa dengan kamu lilin",lilin itu menjawab "Jangan , jangan bawa saya keluar". Sambil keheranan kakek itu bertanya lagi "kenapa saya tidak boleh membawa kamu keluar ?".
Lilin itu menjelaskan bahwa dia belum siap untuk keluar karena takut dia belum siap untuk menerangi kegelapan yang ada di luar, dia takut jika nanti nyala api yang dia miliki itu tidak indah. Jawaban yang tidak masuk akal memang, namun itulah alasan yang dia keluarkan. namun kakek itu tetap memaksa dengan alasan bahwa keluarganya diluar sana sangat membutuhkan penerangan, namun lilin tersebut bersikeras untuk tetap tidak mau keluar. Akhirnya kakek itu menyerah dan berkata "Baiklah jika memang engkau tidak mau, saya akan mengambil LILIN yang lain, karena masih banyak lilin yang lain. Namun apa yang diharapkan si kakek ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada karena lilin yang kedua juga menolak dengan alasan bahwa dia sedang sibuk dengan urusan yang lain yang menurutnya lebih penting. Hal yang sama juga terjadi dengan lilin yang ketiga dengan alasan bahwa dia tidak berani jika seorang diri karena takut cahaya yang dia miliki kurang terang. Akhirnya kakek tersebut beralih kepada lilin yang ke empat namun lilin yang ke empat ini berkata "saya sebenarnya mau diajak keluar, tapi saya tidak bisa karena talenta saya bukan disitu sebagai pemberi terang namun talenta saya adalah hanya sebagai pemberi semangat bagi lilin yang lilin untuk mau menyala dengan lebih lagi", bahwa apa yang dia bisa lakukan hanyalah menyanyi. Akhirnya lilin tersebut pun bernyanyi. Ketika lilin yang lain mendengar suara lilin keempat tersebut bernyanyi maka terbakarlah semangat mereka untuk melayani dan mereka pun bernyanyi bersama dengan paduan yang sangat merdu. Kawan, keempat lilin diatas gambaran dari sikap kita sebagai manusia didalam melayani Tuhan khususnya untuk menjadi terang ditengah kegelapan dunia dengan berbagai alasan, ketakutan dan kesibukan kita sendiri akhirnya kita lupa akan fungsi kita sebagai cahaya atau terang bagi dunia ini, bahkan disaat semangat kita menyala nyala untuk melayani namun itu akhirnya akan segera hilang akibat dari tidak adanya sesuatu atau seseorang yang dapat membuat kita melakukannya lagi seperti yang dilakukan oleh lilin ke empat. Seperti firman-Nya berkata bahwa kita adalah "TERANG DUNIA", yang bukan hanya sekedar menjadi terang namun terang yang memiliki empat aspek yang utama yaitu :
1. TERANG YANG AKTIF..
Bahwa untuk menjadi cahaya bagi dunia ini kita nggak bisa hanya menunggu orang lain datang kepada kita. karena segala sesuatu akan menjadi sangat terlambat.
2. TERANG YANG MENGARAHKAN.
Bahwa sebagai cahaya bukan kita yang sebagai pusat dari semua itu, namun tugas kita adalah untuk mengarahkan semua orang kepada Yesus sebagai pusat dari segalanya, pusat dari cahaya.
3. TERANG YANG MEMBERI PENUNJUK.
Bahwa sebagai cahaya, tugas kita adalah untuk menunjukan jalan yang benar kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan.. Menuju kepada jalan
keselamatan didalam Yesus Tuhan.
4. TERANG YANG INDAH.
Bahwa untuk menjadi cahaya tidak hanya cukup dengan nyala yang terangnamun juga indah. Namun dapat menjadi berkat bagi kehidupan orang lain
Menjadi Keluarga Sebagai Garam dan Terang Dunia
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(MATIUS 5: 13-16)
Injil Matius adalah satu di antara empat Injil Perjanjian Baru (PB). Injil secara tradisi dicetak dalam urutan dengan Matius terlebih dulu, disusul dengan Markus, Lukas dan Yohanes. Injil ini termasuk Injil sinoptis.
Kitab Matius mempunyai amanat tentang Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Tuhan, ini dapat terlihat melalui contoh Doa Bapa Kami. Melalui Kerajaan Allah inilah Yesus Kristus akan memulihkan kondisi Bumi dan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, hal inilah yang akan menjadi kesaksian bagi semua bangsa, barulah akhir sistem dunia ini berakhir . Melalui Yesus itulah Tuhan menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalamPerjanjian Lama kepada umat-Nya. Sekalipun Yesus lahir dari orang Yahudi dan hidup sebagai orang Yahudi, namun Kabar Baik itu bukanlah hanya untuk bangsa Yahudi saja melainkan untuk seluruh dunia.
Penulis
Walaupun dokumen ini tidak mencantumkan nama penulisnya, namun kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M menyatakan bahwa injil ini ditulis oleh Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai (petugas pajak pada zaman itu) yang menjadi salah satu dari kedua belas rasulYesus.
Tujuan
Matius menulis Injil ini
1. untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
2. untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama, yang sudah lama dinantikan, dan
3. untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa:
1. hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis (yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi.
2. Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.
Ciri-ciri Injil Matius
Tujuh ciri utama menandai Injil ini:
1. Kitab ini merupakan Injil yang mencolok sifat ke-Yahudiannya.
2. Ajaran dan pelayanan Yesus di bidang penyembuhan dan pelepasan disajikan secara paling teratur. Karena hal ini, maka pada abad kedua gereja sudah mempergunakan Injil ini untuk membina orang yang baru bertobat.
3. Kelima ajaran utama berisi materi yang terluas di dalam keempat Injil yang mencatat pengajaran Yesus:
selama pelayanan-Nya di Galilea dan
mengenai hal-hal terakhir (eskatologi).
4. Injil ini secara khusus menyebutkan peristiwa dalam kehidupan Yesus sebagai penggenapan PL jauh lebih banyak daripada kitab lain di PB.
5. Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah disebutkan dua kali lebih banyak daripada kitab lain di PB.
6. Matius menekankan:
standar-standar kebenaran dari Kerajaan Allah (Mat 5-7)
kuasa kerajaan itu atas dosa, penyakit, setan-setan, dan bahkan kematian; dan
kejayaan kerajaan itu di masa depan dalam kemenangan yang mutlak pada akhir zaman.
7. Hanya Injil ini yang menyebutkan atau menubuatkan gereja sebagai suatu wadah yang menjadi milik Yesus di kemudian hari (Mat 16:18; Mat 18:17).
http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Matius
A. GARAM DUNIA
Jemaat yang kekasih dalam Yesus Kristus, saya terinspirasi untuk renungan ini dari refleksi bersama dan mudah-mudahan renungan ini kita dapat bersama-sama tidak hanya memahami secara intelektual, tetapi juga merasakan apa yang dimaksud Yesus dalam khotbahnya di bukit: "Kamu adalah garam dunia".
1. Kalau saya bayangkan situasi para pengikut Yesus yang mendengar khotbahnya pada waktu itu, saya yakin bahwa Yesus terutama ingin menguatkan pendengarnya. Bukan sebuah perintah: "Kamu harus menjadi garam dunia", tetapi: "Kamu ADALAH garam dunia". Garam pada waktu Yesus adalah sesuatu yang sangat penting dan bahkan yang sangat mahal. Garam pernah disebut "emas putih" karena menjadi alat pembayaran dalam perdagangan, dan dalam sejarah dunia bahkan ada perang yang pernah terjadi karena garam. Mungkin kita sudah lupa pentingnya garam itu, karena garam misalnya di pasar sentral cukup banyak dan murah. Tetapi saya tahu bahwa di Indonesia masih ada beberapa daerah yang masih ingat betapa penting dan berharga garam dalam kehidupan ekonomi dan sehari-hari masyarakat. Dan para ilmuwan tahu bahwa: tanpa garam tidak ada kehidupan, baik di laut maupun di darat.
"Kamu adalah garam dunia" - yang ingin dikatakan Yesus terutama adalah: Kamu sangatlah berharga. Kamu sangat penting. Kamu merasa bahwa sebutir garam itu tidak ada artinya dan tidak ada gunanya. Tetapi justru sebaliknya: di dalam butir ini tergandung salah satu sumber kehidupan. kita mungkin merasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita hanya sedikit, kita merasa sebagai minoritas yang tidak berdaya. Tetapi dalam kita ada sebuah kekuatan yang bisa dirasakan dan bahkan dapat merubah dunia ini. Tanpa kamu, dunia ini akan tawar.
Yesus menguatkan muridnya. Bukan untuk menjadi sombong. Bukan untuk merasa bahwa hanya mereka yang dapat menyelamatkan dunia, dan hanya mereka yang memberi sebuah rasa yang penting. Masih banyak rempah yang lain di dunia ini yang juga sangat dibutuhkan. Namun identitas kami adalah menjadi garam dunia. Bukan dari kekuatan diri kita sendiri, bukan karena usaha dan jasa kita sendiri, namun karena kekuatan dan rasa yang diberikan kepada kita oleh Allah sendiri. Kita mungkin kecil seperti sebutir garam. Namun bersama-sama dengan butir-butir garam lain, kita dapat menjadi garam dunia, dan bukan kwantitas garam itu yang menjadi penting, tetapi kwalitas dari pelayanan kita sebagai garam dunia.
2. Ini membawa kita ke aspek kedua dari firman Yesus ini. Garam hanya ada gunanya jika dipakai! Pada waktu Yesus, garam jarang terdapat dalam bentuk yang murni, tetapi ada campuran dengan semacam kapur, yang membuat garam itu cepat rusak dan tawar kalau disimpan terlalu lama. Dan di dapur kami pun, kalau garamnya sudah terlalu lama, sudah menjadi basah atau keras dan tidak enak lagi dipakai. Garam, kalau disimpan, sama saja dengan dibuang dan diinjak orang! Garam haraus keluar dari tempat garam, harus dipakai untuk fungsinya, kalau tidak, untuk apa garam itu?
3. Untuk memahami aspek ketiga saya persiapkan sebuah eksperimen kemia yang singkat:
Kadang-kadang, sebagai orang Kristen, kita takut untuk bergaul dengan lingkungan kita, untuk berinteraksi dengan budaya setempat, dengan agam-agama lain, untuk terlibat dalam masalah-masalah duniawi, karena kita takut untuk kehilangan indentitas kita.
Dan memang dari garam ini kita belajar bahwa yang dituntut dari kita adalah mengorbankan sesuatu. Kita harus berani untuk mengorbankan diri kita sendiri, harus berani ditransformasikan dalam konteks di mana kita berada. Hanya kalau kita siap untuk ditransformasikan, kita akan juga mampu untuk mentransformasikan konteks kita dan dunia ini. Gereja harus berani untuk melayani tanpa mengutamakan kepentingannya sendiri. Yang penting pada akhirnya bukan garamnya, namun apakah dunia ini sudah mendapat rasa yang enak oleh garam yang sudah lalut di dalamnya!
Apakah dalam proses ini kita akan kehilangan identitas kita? Apakah berdialog dan bekerja sama dengan orang beragama lain, terlibat dalam pergumulan-pergumulan duniawi dan berinteraksi dengan budaya-budaya berarti kita akan kehilangan kekristenan kita? Sebaliknya! Seperti garam yang larut, namun tetap eksis meskipun dalam bentuk yang ditransformasikan, dan tetap menjadi asin, demikian juga kita sebagai orang Kristen. Bahkan, saya yakin, bahwa dalam proses transformasi ini kita baru akan menemukan identitas kita yang sebenarnya. Inilah kontradiksi eksistensi kekristenan: jika kita hanya ingin mempertahankan diri kita sendiri, kita akan kehilangan identitas kita. Jika kita berani untuk mengambil risiko pengorbanan dan perubahan, kita akan menemukan identitas kita yang sebenarnya dan kehidupan yang kekal.
http://www.oaseonline.org/artikel/garam.htm
B. TERANG DUNIA
KISAH 4 BUAH LILIN
Alkisah disebuah rumah yang dihuni seorang kakek terdapat empat buah lilin. yang disimpan didalam gudang. Pada satu waktu rumah kakek tersebut mati lampu dan dengan segera kakek tersebut ingat bahwa dia mempunyai persediaan lilin yang dapat digunakan, lalu kakek tersebut berjalan ke gudang tersebut untuk mengambil lilin lilin tersebut. Pada saat dia menyalakan lilin yang pertama dan dengan maksud hendak membawa lilin tersebut keruangan di depan, tiba - tiba dia mendengar sebuah suara berkata "Jangan ..jangan keluar.." Kakek tersebut bingung lalu berkata "Siapa itu ? siapa yang berbicara " suara itu menjawab "saya"..kakek tersebut berusaha mencari asal suara itu dan ternyata lilin tersebut yang berbicara dan di terkejut dengan hal tersebut, ketika ditatapnya lilin tersebut. Dilihatnya pada lilin tersebut terdapat sebuah wajah lalu ia berkata "ada, apa dengan kamu lilin",lilin itu menjawab "Jangan , jangan bawa saya keluar". Sambil keheranan kakek itu bertanya lagi "kenapa saya tidak boleh membawa kamu keluar ?".
Lilin itu menjelaskan bahwa dia belum siap untuk keluar karena takut dia belum siap untuk menerangi kegelapan yang ada di luar, dia takut jika nanti nyala api yang dia miliki itu tidak indah. Jawaban yang tidak masuk akal memang, namun itulah alasan yang dia keluarkan. namun kakek itu tetap memaksa dengan alasan bahwa keluarganya diluar sana sangat membutuhkan penerangan, namun lilin tersebut bersikeras untuk tetap tidak mau keluar. Akhirnya kakek itu menyerah dan berkata "Baiklah jika memang engkau tidak mau, saya akan mengambil LILIN yang lain, karena masih banyak lilin yang lain. Namun apa yang diharapkan si kakek ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada karena lilin yang kedua juga menolak dengan alasan bahwa dia sedang sibuk dengan urusan yang lain yang menurutnya lebih penting. Hal yang sama juga terjadi dengan lilin yang ketiga dengan alasan bahwa dia tidak berani jika seorang diri karena takut cahaya yang dia miliki kurang terang. Akhirnya kakek tersebut beralih kepada lilin yang ke empat namun lilin yang ke empat ini berkata "saya sebenarnya mau diajak keluar, tapi saya tidak bisa karena talenta saya bukan disitu sebagai pemberi terang namun talenta saya adalah hanya sebagai pemberi semangat bagi lilin yang lilin untuk mau menyala dengan lebih lagi", bahwa apa yang dia bisa lakukan hanyalah menyanyi. Akhirnya lilin tersebut pun bernyanyi. Ketika lilin yang lain mendengar suara lilin keempat tersebut bernyanyi maka terbakarlah semangat mereka untuk melayani dan mereka pun bernyanyi bersama dengan paduan yang sangat merdu. Kawan, keempat lilin diatas gambaran dari sikap kita sebagai manusia didalam melayani Tuhan khususnya untuk menjadi terang ditengah kegelapan dunia dengan berbagai alasan, ketakutan dan kesibukan kita sendiri akhirnya kita lupa akan fungsi kita sebagai cahaya atau terang bagi dunia ini, bahkan disaat semangat kita menyala nyala untuk melayani namun itu akhirnya akan segera hilang akibat dari tidak adanya sesuatu atau seseorang yang dapat membuat kita melakukannya lagi seperti yang dilakukan oleh lilin ke empat. Seperti firman-Nya berkata bahwa kita adalah "TERANG DUNIA", yang bukan hanya sekedar menjadi terang namun terang yang memiliki empat aspek yang utama yaitu :
1. TERANG YANG AKTIF..
Bahwa untuk menjadi cahaya bagi dunia ini kita nggak bisa hanya menunggu orang lain datang kepada kita. karena segala sesuatu akan menjadi sangat terlambat.
2. TERANG YANG MENGARAHKAN.
Bahwa sebagai cahaya bukan kita yang sebagai pusat dari semua itu, namun tugas kita adalah untuk mengarahkan semua orang kepada Yesus sebagai pusat dari segalanya, pusat dari cahaya.
3. TERANG YANG MEMBERI PENUNJUK.
Bahwa sebagai cahaya, tugas kita adalah untuk menunjukan jalan yang benar kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan.. Menuju kepada jalan
keselamatan didalam Yesus Tuhan.
4. TERANG YANG INDAH.
Bahwa untuk menjadi cahaya tidak hanya cukup dengan nyala yang terangnamun juga indah. Namun dapat menjadi berkat bagi kehidupan orang lain
Langganan:
Komentar (Atom)