Renungan
GKJW JEMAAT SURABAYA
Silahkan Pilih Yang Mana
LUKAS 6 : 36 – 38
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
1. Menyelidiki dan Memeriksa diri sendiri
Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Kita suatu saat perlu mengkoreksi diri kita, apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak???.
Beberapa tahun yang lalu sahabat saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas sahabat saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.
Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.
Hal tersebut perlu juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.
Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Sahabat saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.
Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu warga gereja. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap orang lian. Sekali lagi yang sahabat saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan orang lain dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain yang berdampak akan menjadi budaya Gossip. Perlu kita ketahui bahwa mengkritik yang negatif akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Antar jemaat akan timbul saling gontok gontokan.
Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.
Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun kita sama – sama berharga di mata Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi bukan kita. Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.
Berkat bagi orang yang murah hati
Diberkatilah orang yang memperhatikan dan peduli orang lain, Tuhan akan meluputkan dia pada masa-masa yang sukar. Itulah kira-kira pengertian dari ayat diatas. Melalui Firman hari ini Tuhan mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama. Tuhan tidak ingin kita egois, hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari kasih. Kasih mempunyai arti memberi atau berkorban. Tuhan Yesus mengasihi kita, salah satu wujud kasih Tuhan adalah Dia memberikan nyawaNya bagi kita di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati karena dosa.
Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih itu benar-benar di praktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka benar-benar satu di dalam Kristus. Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya. Mereka saling berbagi, yang mempunyai membagikan apa yang dipunyainya kepada mereka yang tidak punya. Dari sekian ribu orang jemaat mula-mula hanya satu keluarga saja yang memiliki roh ketamakan yaitu Ananias dan istrinya dimana akhirnya mereka mati oleh karena ketamakannya.
Jemaat antiokhia terkenal dengan kebaikan hatinya. Mereka suka mengumpulkan uang dan mengirimkan ke jemaat-jemaat lain yang membutuhkan bantuan, maka tidaklah mengherankan jikalau julukan “Kristen” pertama sekali diberikan kepada mereka oleh orang sekitarnya (lihat Kisah para rasul 11:26). Jadi jelaslah bahwa kata Kristen berkaitan erat dengan kebaikan dan kemurah-hatian. Oleh sebab itu jika ada orang Kristen yang pelit, egois maka kekristenannya perlu dipertanyakan.
Saudaraku, perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah/miskin, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Jadi jika kita memperhatikan orang-orang susah, maka Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya. Dalam kitab Matius dikatakan “Berbahagialah orang yang murah hati karena ia akan beroleh kemurahan”. Kemurahan apa yang akan kita peroleh dari Tuhan adalah :
1. Diluputkan dari masa kesesakan (Mazmur 41:2).
Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
2. Akan di pelihara oleh Tuhan (Mazmur 41:3).
Kita akan mengalami berkat pemeliharaan. Ishak adalah contoh orang yang mengalami berkat pemeliharaan Tuhan. Ia menabur pada musim panceklik dan ia menuai seratus kali lipat. Sehingga ia menjadi kaya dan bertambah kaya. Bukankah itu pemeliharaan Tuhan?
3. Hidup Bahagia (Mazmur 41:3).
Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
4. Perlindungan (Mazmur 41:3).
Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
dengan memperhatikan sesama. Memberi lebih mulia dari menerima. Tapi yang terpenting yang harus kita lakuakan adalah kita menyalurkan berkat dengan hati yang tulus dan tidak mengharapkan imbalan. Jadilah saluran berkat, karena kita diberkati untuk memberkati. Amin
Oleh:
Angga Purnawira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar