IBADAH KELOMPOK 6 BLOK 5
GKJW JEMAAT SURABAYA
Sub Tema : Kasih adalah wujud karya Tuhan
Bacaan : Markus 12:28-34
28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Apakah Kasih Itu?
Kasih biasanya digambarkan dengan perasaan. Tapi kasih yang sejati – yang disebut dalam Perjanjian Baru sebagai kasih agape – sama sekali tidak dilandaskan atas perasaan. Kasih agape dapat mengubah hidup Anda dan membebaskan Anda. Dan semuanya dimulai dengan keputusan yang harus Anda ambil terlebih dahulu.
Kasih agape adalah sebuah keputusan untuk mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri kita sendiri… untuk hidup penuh dengan pengorbanan… untuk memberi tanpa mengharapkan kembali… tidak berpikir untuk membalas. Lebih dari semuanya itu, kasih agape adalah sebuah keputusan untuk menerima dan merespon kasih Tuhan. Semua usaha kita untuk mengasihi orang lain tidak akan menghasilkan buah sampai kita merespon kasih Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Selama ini, pengertian kita akan kasih sering didasarkan pada Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Sering kali kita mendengar kalimat Allah adalah kasih. Apa artinya??
Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).
Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).
Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.
Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luar biasa!
Penghalang-Penghalang kasih dan cara mengatasinya
Meskipun kita telah memiliki pengertian akan kasih, namun seringkali kita menemukan sulit sekali bagi kita untuk mengatasi penghalang dari kasih itu. Penghalang ini seringkali terbangun dari pengalaman kita di masa lalu: sakit hati, terluka, penolakan dan kekecewaan yang membuat kita tidak dapat memberikan maupun menerima kasih yang sejati.
Kunci untuk mengatasi penghalang dari masa lalu ini dapat dirangkumkan dalam satu kata: pengampunan. Dengan memimta pengampunan mereka yang telah kita sakiti – dimulai dengan Tuhan – lalu kemudian mengampuni mereka yang telah menyakiti kita, kita akan keluar dari lingkaran kepahitan dan masuk ke dalam kasih agape Tuhan.
Keinginan yang berpusat pada diri sendiri – keangkuhan, iri hati, cemburu dan kesombongan – seringkali memisahkan kita dari kasih Allah yang sejati. Penghalang diri ini hanya dapat dilewati dengan bertobat, menyesali kesalahan kita dengan berbalik dari dosa dan meminta pengampunan Tuhan untuk tindakan dan keinginan kita yang mau menang sendiri. Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menerima pengampunan-Nya, kita akan menemukan kemerdekaan untuk lebih melihat kebutuhan orang lain di sekitar kita dibandingkan kebutuhan kita sendiri.
Menemukan kasih Sejati
Pencarian akan kasih dimulai dari hubungan kita dengan Allah. Jika Anda sedang mencari kasih yang sejati, bukalah diri Anda kepada Dia yang mengasihi Anda lebih dari apapun juga di dunia ini. Tuhan sangat mengasihi Anda sehingga IA memberikan anak tunggal-Nya, Yesus. Berserulah kepada Yesus Kristus sekarang. Ijinkan Dia untuk menggapai dan menyentuh hati Anda dengan kasih agape yang datang dari hati Tuhan sendiri. Bertobatlah dan mintalah pengampunan serta terimalah di dalam iman (Roma 10:13; 1 Yohanes 1:8-9; Yohanes 1:12). Mintalah Yesus untuk membabtis (memenuhi) Anda dengan Roh Kudus (Lukas 11:13).
Jika Anda bertumbuh di dalam iman, biarkan Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar kepada Anda setiap hari. Kemudian, cobalah untuk mempraktekkan kasih itu kepada orang-orang di sekitar Anda – keluarga, teman, rekan sekerja, tetangga – dengan demikian Anda telah mendemonstrasikan kasih yang telah Anda terima dari Tuhan.
Akhirnya, berdoa dan minta Tuhan untuk memenuhi Anda dengan pengertian yang baru akan kasih: “Bapa, aku percaya Engkau mengasihiku. Alkitab berkata aku dapat mengasihi-Mu karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Aku bersyukur untuk kasih-Mu. Penuhi hatiku dengan cara yang ajaib seperti yang Engkau lakukan sejak dahulu. Penuhi hatiku dengan Roh Kudus dan cinta kasih. Tolong aku untuk bertumbuh di dalam kasih-Mu dan menunjukkan kasih itu kepada orang-orang di sekitarku. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Yesus. Amin.”
Oleh :
Angga Purnawira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar